- Super League 2026/2027 mencatat empat pelatih kehilangan pekerjaan pada pekan keenam akibat hasil buruk tim.
- Persijap Jepara melakukan pergantian pelatih beberapa kali setelah menelan kekalahan beruntun pada awal kompetisi.
- PSIM Yogyakarta dan Arema FC turut memecat pelatih masing-masing pada Oktober 2026 karena gagal meraih kemenangan.
Suara.com - Super League 2026/2027 menunjukkan ketatnya persaingan sejak awal musim. Baru memasuki pekan keenam, empat pelatih sudah harus kehilangan pekerjaan setelah tim yang mereka tangani gagal memenuhi ekspektasi.
Hasil buruk menjadi faktor utama di balik keputusan sejumlah klub untuk mengakhiri kerja sama dengan pelatih.
Persijap Jepara, PSIM Yogyakarta, dan Arema FC menjadi beberapa tim yang melakukan pergantian juru taktik di tengah kompetisi.
Persijap Jepara menjadi klub dengan gejolak kepelatihan paling mencolok. Laskar Kalinyamat belum meraih satu poin pun dari enam pertandingan awal Super League 2026/2027 setelah menelan kekalahan secara beruntun.
Situasi tersebut membuat manajemen Persijap beberapa kali mengubah komposisi tim pelatih. Juan Cortes menjadi pelatih pertama yang dicopot pada 14 September 2026.
Posisinya kemudian digantikan oleh Mario Lemos. Namun, pergantian tersebut belum mampu membawa perubahan signifikan di mana akhirnya sang juru taktik turut kehilangan jabatannya setelah Persijap kembali menelan dua kekalahan beruntun.
Setelah sempat ditangani Antonio Claudio sebagai caretaker, Persijap akhirnya memutuskan memanggil kembali Juan Cortes pada Rabu (21/10/2026).
Situasi berbeda dialami PSIM Yogyakarta. Klub berjuluk Laskar Mataram itu mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda, Jean-Paul van Gastel, pada 17 Oktober 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah PSIM hanya mengumpulkan satu poin pada pertandingan pembuka sebelum mengalami lima kekalahan beruntun.
Terbaru yang masuk dalam daftar pelatih yang kehilangan pekerjaan adalah Marcos Santos. Pelatih asal Brasil itu resmi berpisah dengan Arema FC pada Jumat (23/10/2026).
Keputusan tersebut diambil setelah Singo Edan dihajar Persija Jakarta dengan skor telak 1-5 beberapa waktu lalu. Hasil itu memperpanjang catatan buruk Singo Edan yang tidak mampu meraih kemenangan dalam lima pertandingan terakhir.
Untuk sementara, Arema FC menunjuk Andre Caldas sebagai pelatih interim. Pelatih berlisensi A Pro tersebut akan memimpin persiapan tim menjelang pertandingan berikutnya melawan Dewa United, sembari menunggu keputusan manajemen mengenai pelatih kepala definitif.
Pergantian pelatih di sejumlah klub tersebut memperlihatkan besarnya tekanan yang harus dihadapi para juru taktik di Super League 2026/2027.