Suara.com - Untuk memiliki rumah atau hunian, fasilitas KPR yang diberikan oleh bank menjadi jawaban bagi banyak orang. Demikian pula KPR BRI yang cukup lama dikenal, yang kini dapat dimanfaatkan secara optimal. Mari mengenal lebih jauh tentang keunggulan KPR BRI Take Over, dan memahami detailnya.
Take over mengacu pada pemindahan kredit perumahan rakyat yang dilakukan ke bank lain atau kepada debitur lain. Proses ini dilakukan secara legal, dan dengan cara debitur membeli rumah yang sedang di KPR-kan oleh pemilik sebelumnya.
3 Jenis Take Over KPR yang Dikenal
Ada setidaknya tiga jenis take over yang dikenal dalam dunia KPR. Ketiganya secara singkat adalah sebagai berikut.
- Take over jual beli, yakni take over yang dapat menjadi alternatif menarik untuk pembeli rumah guna mendapatkan properti dengan harga terjangkau. Jenis ini dapat memberikan keuntungan bagi penjual atau pembeli rumah, karena keduanya akan memperoleh nilai yang diperlukan
- Take over antarbank, merupakan metode pemindahan KPR dari bank satu ke bank yang lain. Akan muncul biaya akibat proses ini, namun dengan pertimbangan matang tetap akan menjadi transaksi yang menguntungkan
- Take over bawah tangan, cenderung berisiko karena tidak dilakukan dengan cara dan prosedur yang legal, sebab proses hanya melibatkan penjual dan pembeli saja tanpa pihak bank turut serta di dalamnya
Lalu Bagaimana dengan KPR BRI Take Over? Apa Keunggulannya?
KPR BRI Take Over adalah tujuan perubahan suku bunga existing kepada debitur yang akan di take over oleh bank lain baik yang akan memasuki atau telah memasuki masa floating menjadi suku bunga fixed kembali dengan kriteria riwayat debitur bank tidak pernah menunggak.
Beberapa ketentuan yang berlaku antara lain adalah sebagai berikut.
- Debitur dipersyaratkan membayar biaya sebesar 2% dari sisa OS terakhir untuk dapat menggunakan program KPR Retensi tersebut kemudian di buku sebagai biaya administrasi melalui nomor GL 403-042-00-0002 dan GL reff 4-0131-0026-1 pada cost center 260
- Suku bunga retensi 1 SB 5,50% fixed 5 tahun, selanjutnya counter rate retensi 2 SB 6% fixed 5 tahun, selanjutnya counter rate retensi 3 SB 6,5% fixed 5 tahun selanjutnya counter rate
- Maksimum tenor yakni melanjutkan sisa tenor kredit awal tanpa perpanjangan jangka waktu
- Maksimum tenor rekening top up tidak melebihi jangka waktu kredit awal
- Untuk fasilitas top up dapat diberikan program suku bunga sesuai program musiman yang masih berlaku berikut dengan syarat dan ketentuan masing-masing program
- Suku bunga ini khusus diberikan kepada debitur yang akan di take over oleh bank lain dibuktikan dengan melampirkan bukti penawaran atau offering letter dari bank lain berupa surat resmi maupun surat elektronik. Jika sudah memenuhi syarat maka debitur dapat diberikan suku bunga khusus untuk fasilitas kpp existing yang akan dan telah memasuki masa floating
Untuk debitur dengan sisa tenor pinjaman eksisting tidak sampai 5 tahun dapat diarahkan ke program lainnya yang sedang berlaku
Sedangkan untuk keuntungannya sendiri, antara lain adalah sebagai berikut.
- Jangka waktu sampai dengan 20 tahun
- Suku bunga mulai 5,5% fixed per tahun untuk 5 tahun
- Proses yang mudah dan cepat menggunakan sistem BRI yang solid
Tentu semua keunggulan KPR BRI Take Over sendiri dapat dinikmati dengan memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku. Semoga berguna, dan simak detailnya pada https://bri.co.id/web/promo/detail-promo?p_p_id=BriPromoDetailPortlet&p_p_lifecycle=0&_BriPromoDetailPortlet_contentRef=6252470 atau menghubungi layanan pelanggan resmi dari BRI!
Baca Juga: BRI Sukses Meraih 2 Award Mobile Banking dan Chatbot Terbaik dalam BSEM MRI 2024
Kontributor : I Made Rendika Ardian
Berita Terkait
-
Bali United Fokus Siapkan Taktik untuk Bungkam Persib di Semifinal Championship Series BRI Liga 1
-
Perjuangan Tanpa Lelah Madura United, Sempat Terseok Hingga Mampu Amankan Tiket Championship Series BRI Liga 1 Musim Ini
-
Reguler Series BRI Liga 1 Berakhir, Persija Ditinggal Sosok Penting Ini
-
BRI Sukses Meraih 2 Award Mobile Banking dan Chatbot Terbaik dalam BSEM MRI 2024
-
Daftar 4 Pelatih Asing di Championship Series BRI Liga 1, Siapa Paling Mentereng?
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim