Suara.com - Suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) Eksklusif untuk Developer Rekanan BRI biasanya lebih kompetitif dibandingkan KPR reguler, karena ada kerja sama antara bank dan pengembang properti tertentu. Namun, besarannya bisa berubah-ubah tergantung pada promosi, jangka waktu kredit, dan kebijakan internal bank.
Gambaran umum suku bunga KPR Eksklusif BRI berdasarkan informasi yang biasanya ditawarkan misalnya mulai dari 2,47 persen efektif per tahun untuk fixed 1 tahun. Sedangkan untuk fixed 3 tahun suku bunga yang ditawarkan biasanya sekitar 4,5 persen-5,5 persen efektif per tahun. Lalu suku bunga sekitar 6,5 persen - 7,5 persen efektif per tahun diberikan kepada debitur fixed 5 tahun. Setelah masa fix, suku bunga mengikuti bunga floating biasanya di atas 10 persen.
Keuntungan KPR Eksklusif Developer Rekanan BRI
Ada beberapa keuntungan yang bisa dimiliki oleh debitur yang membeli rumah KPR eksklusif developer rekanan BRI seperti berikut ini.
1. Suku bunga lebih rendah selama masa promo.
2. Proses persetujuan lebih cepat karena kerja sama langsung.
3. Kadang ada bebas biaya provisi, administrasi, atau appraisal.
4. Uang muka bisa lebih ringan, bahkan bisa DP 0% untuk developer tertentu.
Promo Suku Bunga KPR Eksklusif Developer Rekanan BRI
Program khusus suku bunga KPR untuk developer rekanan BRI ini dibuka pada 18 April 2025 dan akan berakhir pada 30 Juni 2025. Adapun pengembang atau developer yang tergabung sebagai rekanan dalam promo suku bunga ini antara lain.
- Ciputra Group
- Summarecon Group
- Sinarmas Land Group
- Jaya Real Property Group
- Agung Podomoro Land Group
- Agung Sedayu Group
- Alam Sutera Group
- Pakuwon Group
Suku bunga yang ditawarkan dalam program promo ini adalah sebagai berikut:
1. Suku bunga dengan variasi sebagai berikut:
- 1,50 persen fixed 1 tahun lalu counter rate, minimal tenor 3 tahun.
- 2,75 persen fixed 3 tahun lalu counter rate minimal tenor 5 tahun.
- 3,50 persen fixed 5 tahun lalu counter rate, minimal tenor 7 tahun.
- DP mulai 0 persen.
- Jangka waktu maksimal sampai 25 tahun untuk fixed income dan 20 tahun untuk non fixed income.
- Gratis biaya administrasi dan provisi.
Syarat utama mengikuti program promo suku bunga KPR eksklusif developer rekanan BRI
Baca Juga: Diskon Gila-gilaan Sushi GION! Makan Enak Lebih Hemat dengan Kartu BRI
Ada beberapa syarat yang diberlakukan kepada warna negara Indonesia dan warga negara asing yang hendak mengikuti program promo suku bunga KPR eksklusif ini. Adapun syarat itu antara lain:
1. WNA yang mengikuti program merupakan WNA fix income dan properti harus atas nama suami atau istri berstatus WNI dan jatuh tempo yang diambil maksimal 1 tahun. Keduanya harus punya perjanjian pra nikah.
2. Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah.
3. Tidak memiliki tunggakan kredit di Bank manapun dibuktikan dengan hasil BI Checking.
4. Debitur harus buka rekening Tabungan BRI
5. Debitur harus memberikan surat kuasa bermaterai untuk mendebet rekening simpanan debitur sebagai pembayaran kreditnya.
6. Menyerahkan kelengkapan dokumen berupa:
7. Formulir permohonan
8. Fotokopi KTP yang masih berlaku
9. Fotokopi kartu keluarga
10. Fotokopi buku tabungan calon debitur minimal 3 bulan terakhir
11. Fotokopi NPWP
12. Fotokopi akta pisah harta (jika ada)
13. Fotokopi buku atau akta nikah atau surat cerai
14. Price list dari developer sesuai yang tercantum dari surat penawaran rumah.
Selain syarat umum di atas, debitur juga harus memenuhi syarat khusus seperti berikut:
1. Perorangan yang berpenghasilan tetap
2. Karyawan memiliki masa kerja minimal 1 tahun
3. Khusus untuk PNS, Pegawai BUMN/BUMD, perusahaan swasta nasional, dan lain-lain masa kerja minimal sebagai pegawai minimal 3 bulan.
4. Melampirkan slip gaji, surat keterangan kerja, fotokopi kontrak kerja (untuk WNA).
5. Bagi debitur yang berpenghasilan tidak tetap atau pebisnis swasta harus dapat menyerahkan dokumen nomor induk berusaha (NIB).
Kontributor : Mutaya Saroh
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Danau Sunter Disulap Pemprov DKI, Siap Gelar Jakarta Watersport Festival 2026
-
Staf KPK Jadi Tersangka, Bocorkan Informasi Kasus Bupati Pemalang ke Ayahnya
-
Mengapa Tokoh Lintas Iman Mendesak Pengesahan RUU Masyarakat Adat demi Hutan Papua?
-
Ngaku Petugas PLN, Malah Bikin Dompet Gelap! Penjual Pakaian di Pangandaran Tertipu
-
Deddy Sitorus Tolak Minta Maaf ke Wartawan: Jangan Fitnah, Saya Bisa Lapor Balik
-
Rumah Sakit Rp161 Miliar Mulai Dibangun di Gowa, Pasien Tidak Harus ke Makassar
-
Tak Sekadar BBM dan Listrik, Kisah Inspiratif di Balik Distribusi Energi
-
Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi
-
Today History 30 Juli, Final Piala Dunia Pertama Hingga Hari Lahir DN Aidit
-
Jujur, Kans Shin Tae-yong Loloskan Persija dari Fase Grup Piala Presiden 2026 Sulit