- BRI menjalin kemitraan strategis dengan Grab Indonesia untuk memberikan berbagai promo transaksi bagi pemegang kartu kredit Mastercard.
- Program kolaborasi ini berlangsung mulai 27 April hingga 30 Juni 2026 pada layanan GrabFood, GrabCar, dan juga GrabExpress.
- Inisiatif ini bertujuan meningkatkan adopsi pembayaran nontunai serta memberikan kemudahan transaksi harian bagi nasabah di seluruh Indonesia.
Suara.com - Dinamika kehidupan masyarakat di kota-kota besar Indonesia kini tidak bisa dilepaskan dari peran platform digital untuk menunjang aktivitas harian.
Guna merespons kebutuhan mobilitas dan konsumsi masyarakat yang tinggi, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengambil langkah strategis dengan memperkuat sinergi bersama Grab Indonesia.
Kerja sama ini diwujudkan melalui peluncuran program stimulasi transaksi komprehensif yang menawarkan berbagai potongan harga menarik bagi nasabah setia.
Program kolaborasi ini secara resmi bergulir sejak 27 April hingga 30 Juni 2026. Melalui inisiatif ini, BRI membidik para pengguna aktif pembayaran nontunai, khususnya pemegang BRI Kartu Kredit Mastercard.
Fasilitas potongan harga yang disediakan mencakup berbagai lini layanan utama Grab yang paling sering diakses masyarakat, mulai dari sektor pemesanan makanan (GrabFood), moda transportasi harian (GrabCar), hingga pemenuhan kebutuhan logistik jarak pendek (GrabExpress).
Direktur Consumer Banking BRI Aris Hartanto mengatakan bahwa program spesial ini merupakan bentuk komitmen BRI dalam menghadirkan manfaat nyata yang dapat langsung dirasakan oleh nasabah dalam kehidupan sehari-hari.
“BRI melihat adanya peluang untuk memberikan kemudahan tambahan melalui sinergi dengan platform digital yang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan bagi nasabah, tetapi juga meningkatkan pengalaman transaksi yang lebih mudah bagi nasabah,” ujarnya.
Mekanisme dan Rincian Potongan Harga
Untuk memberikan keuntungan yang optimal, BRI menyusun skema potongan harga yang terbagi menjadi periode reguler dan periode payday (hari gajian). Langkah ini sengaja diambil guna menyesuaikan dengan pola pengeluaran masyarakat kota besar yang cenderung meningkat di akhir bulan.
Baca Juga: Daftar Saldo Minimal Tabungan BRI Terbaru 2026
- Layanan GrabFood: Nasabah bisa mendapatkan potongan harga langsung sebesar Rp15.000 dengan batas minimal transaksi Rp75.000 untuk periode reguler. Sementara pada momen payday, besaran diskon meningkat menjadi Rp25.000 dengan minimal transaksi Rp100.000.
- Layanan GrabCar: Untuk mendukung mobilitas harian pekerja komuter, tersedia potongan harga Rp15.000 untuk minimal transaksi Rp80.000 pada periode reguler. Nilai keuntungan melonjak menjadi Rp25.000 dengan minimal belanja Rp100.000 di periode gajian.
- Layanan GrabExpress: Kebutuhan pengiriman dokumen atau barang instan akan mendapatkan potongan harga senilai Rp10.000 untuk minimal transaksi Rp50.000 pada hari biasa, dan potongan sebesar Rp15.000 dengan transaksi minimal Rp60.000 saat periode payday.
Integrasi program antara institusi perbankan konvensional seperti BRI dengan raksasa teknologi seperti Grab merupakan bagian dari peta jalan besar dalam mempercepat adopsi keuangan digital di tanah air.
Dengan menyediakan insentif berupa potongan harga, BRI secara tidak langsung mengedukasi masyarakat untuk beralih dari transaksi tunai menuju ekosistem transaksi yang lebih aman, praktis, dan tercatat secara sistematis.
Aris Hartanto juga menambahkan bahwa optimalisasi penggunaan kartu kredit sebagai opsi pembayaran digital menjadi salah satu fokus BRI dalam memperkuat ekosistem transaksi. Dengan berbagai program yang terintegrasi dengan platform digital, BRI mendorong peningkatan frekuensi transaksi sekaligus memperluas utilisasi kartu kredit dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari.
Melalui langkah konsisten ini, perseroan berharap kartu kredit tidak lagi dipandang sebagai alat utang semata, melainkan sebagai alat manajemen pengeluaran harian yang cerdas, efisien, dan memberikan banyak keuntungan tambahan bagi penggunanya di tengah derasnya arus digitalisasi.
Berita Terkait
-
Hasil BRI Super League: Taklukkan Bali United, MU Menjauh dari Zona Merah
-
10 Promo Makanan dan Minuman 5.5, Diskon HokBen hingga Marugame Sayang Dilewatkan
-
5 Sepatu Sekolah Anak Diskon di Sports Station, Brand Terkenal Mulai Rp170 Ribuan
-
Baru Satu Sesi IHSG, Saham BBRI Sudah Diborong Investor Hingga Rp259 Miliar
-
Venue Persija vs Persib Menggantung, GBK Belum Aman untuk El Clasico Indonesia
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan