- Pemprov DKI Jakarta menerapkan pembebasan pajak kendaraan listrik guna mendorong minat masyarakat beralih ke moda transportasi ramah lingkungan.
- BRI Finance merespons kebijakan tersebut dengan memperluas kolaborasi strategis untuk meningkatkan portofolio pembiayaan hijau di sektor industri nasional.
- Penyaluran kredit kendaraan listrik secara nasional mencapai Rp22,5 triliun dengan pertumbuhan 35,27 persen pada Maret 2026.
Suara.com - Langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang memberlakukan pembebasan pajak bagi kendaraan listrik mendapat respons positif dari pelaku industri pembiayaan.
PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) menilai kebijakan stimulus fiskal ini dapat menjadi pemantik utama bagi masyarakat untuk beralih ke moda transportasi ramah lingkungan, sekaligus membuka keran pertumbuhan portofolio pembiayaan hijau (green financing) di sektor multifinance.
Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, mengungkapkan bahwa insentif pembebasan pajak ini memberikan dampak instan pada peta preferensi konsumen.
Kebijakan tersebut diyakini mampu mendongkrak minat beli masyarakat terhadap ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang saat ini infrastrukturnya tengah dibangun secara masif di tanah air.
“Insentif pajak tentu menjadi nilai tambah bagi masyarakat yang sedang mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pilihan mobilitas sehari-hari. Bagi industri pembiayaan, ini juga menjadi peluang untuk memperbesar portofolio green financing yang saat ini terus berkembang,” papar pria yang akrab disapa Dhani tersebut.
Ia menambahkan, tren adopsi kendaraan listrik di dalam negeri terus menunjukkan grafik yang menjanjikan.
Lonjakan ini tidak hanya disokong oleh intervensi regulasi dari pemerintah pusat maupun daerah, melainkan juga didorong oleh pergeseran pola pikir masyarakat yang kian peduli terhadap isu lingkungan hidup dan keberlanjutan.
Meskipun pangsa pasar EV masih berada dalam fase penetrasi bertahap, Dhani optimis bahwa ceruk pasar ini akan terus membesar dalam jangka panjang.
Menurutnya, transisi menuju kendaraan bebas emisi memiliki arah perkembangan yang sangat terukur berkat dukungan regulasi yang kuat dari hulu hingga hilir.
Baca Juga: Mau Pinjam KUR BRI Rp40 Juta? Cek Simulasi Cicilan Murahnya di Sini
Guna menangkap momentum pertumbuhan ini, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tersebut terus memperluas jaringan bisnisnya.
BRI Finance aktif membangun kolaborasi strategis dengan berbagai jaringan agen tunggal pemegang merek (ATPM), dealer resmi, serta mitra utama di industri otomotif nasional.
Secara simultan, perseroan juga memperkuat kanal pemasaran digital maupun konvensional guna menjangkau calon konsumen potensial secara lebih efektif. Di sisi lain, ekspansi agresif ini tetap dibarengi dengan penerapan prinsip kehati-hatian (prudential underwriting) demi menjaga kualitas aset pembiayaan agar tetap sehat dan terukur.
Keseriusan BRI Finance dalam menggarap sektor ini tecermin dari realisasi kinerjanya. Hingga akhir triwulan pertama atau Maret 2026, penyaluran pembiayaan untuk segmen kendaraan listrik di BRI Finance mencatatkan lonjakan fantastis hingga 13,74 kali lipat bila disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kendati grafik pertumbuhannya melesat tajam, perseroan mencatat bahwa porsi pembiayaan untuk kendaraan bermotor konvensional (berbahan bakar fosil) masih mendominasi struktur portofolio internal perusahaan saat ini.
Secara makro, tren akselerasi pembiayaan ramah lingkungan ini juga tercermin di tingkat industri multifinance nasional.
Berdasarkan data berkala yang dirilis oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), total penyaluran kredit untuk sektor kendaraan listrik oleh perusahaan pembiayaan di Indonesia berhasil menembus angka Rp22,5 triliun per Maret 2026. Angka akumulatif tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 35,27 persen jika dihitung secara tahunan (year-on-year/YoY).
Berita Terkait
-
Cetak Ekonomi Berkelanjutan, BRI Fokus Berdayakan UMKM di Seluruh Pelosok
-
5 Pemenang Program BRI Debit FC Barcelona Siap ke Spanyol Nikmati Sepak Bola Kelas Dunia
-
Pabrik BYD Subang Masuki Tahap Finalisasi Demi Kuasai Pasar Mobil Listrik Indonesia
-
Tembus Rp4 Triliun! BRI Banjarmasin Jadi Motor Penggerak UMKM di Kalimantan
-
Perawatan di ERHA Lebih Murah Bagi Nasabah BRI, Ada Diskon Hingga Rp200 Ribu!
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Flores Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 5,1, BMKG: Hati-hati Bangunan Retak
-
Doddy Hanggodo Sebut Gempa NTT "Makanan Sehari-hari", Ini Daftar Kontroversi sang Menteri PU
-
5 Perbedaan Jenis Puff Cushion Rubycell vs Velvet yang Bikin Hasil Makeup Beda
-
Membedah Makna Lagu 'Usik' Feby Putri: Seni Berdamai dengan Luka Masa Lalu
-
Duh! Asap Karhutla Ketapang Mengancam Pontianak hingga Negara Tetangga
-
Turun Langsung Cek Karhutla di Kalimantan, Prabowo Minta Tindak Tegas Setiap Pelanggar Hukum!
-
Rayakan 20 Tahun Debut, BigBang Bahas Identitas dan Kejayaan di Lagu BiiiG
-
Perang SUV Listrik Memanas: Nevo Q05 Pamer Ngecas Kilat, Leap Motor Andalkan Sasis Eropa
-
6 Cara Pakai Bedak Tabur di Atas Sunscreen agar Tidak Menggumpal, Makeup Jadi Halus
-
Elang Nias dan Burung Hantu Siau Dilaporkan Punah di Indonesia, Benarkah?