Bri / News
Minggu, 26 Juli 2026 | 20:00 WIB
Mantri BRI
Baca 10 detik
  • Elce Putri Bontong, Mantri BRI Unit Bolu di Toraja Utara, melayani warga di wilayah terpencil sejak tahun 2020.
  • Ia rutin menempuh perjalanan ekstrem melintasi medan pegunungan menantang untuk menyalurkan pembiayaan produktif kepada para petani dan peternak.
  • Dedikasinya berhasil mendobrak batasan dan membantu menggerakkan perekonomian masyarakat akar rumput secara signifikan.

Suara.com - Ruang berekspresi dan berkontribusi bagi perempuan masa kini semakin luas dan tak lagi terbatas di area perkotaan. Di pelosok negeri yang penuh tantangan, perempuan turut membuktikan ketangguhannya sebagai motor penggerak ekonomi.

Semangat juang ini tergambar jelas dalam dedikasi Elce Putri Bontong, seorang tenaga pemasar mikro (Mantri) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) di Unit Bolu, Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Mengabdi di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T), Elce rutin menempuh perjalanan ekstrem demi memberikan layanan keuangan langsung kepada masyarakat.

Desa Karre Pananian di Kecamatan Nanggala, yang berjarak sekitar 35 kilometer dari kantor unitnya, merupakan salah satu wilayah dampingannya. Medan pegunungan yang menantang, kawasan hutan sepi, serta perbukitan terjal menjadi tantangan harian yang harus ia hadapi.

Perjalanan karier Elce di BRI dimulai pada tahun 2013 sebagai seorang teller, sebelum akhirnya dipercaya menjadi customer service. Namun, pengalaman melayani nasabah di dalam gedung justru menumbuhkan keinginan kuat untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Kesempatan emas itu ia ambil pada tahun 2020 dengan mengikuti rekrutmen Mantri BRI.

"Tertarik menjadi Mantri karena menurut saya jangkauan pelayanannya akan lebih luas. Kalau sebelumnya sebagai teller dan CS kan terbatas di dalam gedung saja, jadi menunggu nasabah datang. Saya mau jemput bola juga di lapangan," cerita Elce mengenai keputusannya beralih peran.

Tugas Elce di lapangan tidak sekadar menawarkan produk perbankan. Mayoritas nasabahnya adalah petani dan peternak babi serta kerbau. Pembiayaan yang ia salurkan dimanfaatkan warga untuk modal produktif, seperti membeli indukan ternak dan proses penggemukan.

Bagi Elce, kepuasan terbesarnya bukan pada angka target, melainkan melihat transformasi taraf hidup nasabahnya.

"Kalau awalnya melihat nasabah yang mungkin baru punya ternak 1-2 ekor, lalu setahun kemudian ketemu saya lagi dan ternaknya sudah jadi 100 ekor setelah mendapatkan pinjaman modal dari BRI, saya merasa ikut senang. Meskipun itu bukan uang saya, tapi ada rasa bahagia tersendiri bisa membantu menggerakkan perekonomian masyarakat," ungkapnya bangga.

Baca Juga: Modal Nol, Langkah Nekat Mebel Sukoharjo Tembus Spanyol Didukung BRI

Dedikasi Elce merupakan potret nyata bahwa perempuan mampu mendobrak batasan, beradaptasi dengan lingkungan keras, dan menciptakan dampak sosial-ekonomi yang masif di akar rumput.

Load More