Jaga Warisan Kuliner Sejak 1992, Sugi Wahyuni Kembangkan Terasi Kumbe Bersama BRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:14 WIB
Sugi Wahyuni Kembangkan Terasi Kumbe Merauke Bersama BRI [Suara.com/BRI]
  • Sugi Wahyuni melestarikan usaha warisan keluarga pembuatan terasi alami tanpa pengawet di Merauke sejak lama.
  • Sugi memperoleh fasilitas pembiayaan dari BRI pada tahun 2017 untuk mengatasi kendala pasokan udang rebon musiman.
  • Kemitraan bersama BRI membantu perluasan pasar serta memberdayakan Sugi menjadi narasumber pelatihan bagi perajin lokal lain.

Suara.com - Menjaga tradisi kuliner lokal sekaligus menopang perekonomian keluarga merupakan tantangan tersendiri bagi para pelaku usaha mikro, khususnya yang bergantung pada ketersediaan bahan baku alam.

Tantangan ini direspon dengan ketekunan oleh Sugi Wahyuni, pemilik usaha mikro Olahan Terasi Kumbe dari Kampung Kumbe, Distrik Malind, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Usaha yang dijalankan Sugi merupakan estafet warisan keluarga yang dirintis oleh bapak mertuanya sejak tahun 1992. Di tengah maraknya produk olahan modern, Sugi berkomitmen mempertahankan cita rasa otentik Terasi Kumbe dengan menjaga kemurnian bahan baku tanpa campuran pewarna maupun pengawet sintetis.

"Terasi asli Kumbe itu tidak ada bahan campuran lain. Cuma udang rebon, udang halus, sama garam saja," ungkap Sugi.

Cita rasa murni dan alami tersebut membuat produk Terasi Kumbe digemari oleh lintas konsumen. Jangkauan pemasarannya tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal Merauke, tetapi juga kerap dijadikan buah tangan hingga ke Tanah Merah, Boven Digoel, Makassar, hingga Pulau Jawa.

Meskipun permintaan pasar terbilang tinggi, Sugi harus menghadapi kendala ketersediaan bahan baku. Udang rebon merupakan hasil laut musiman yang hanya muncul beberapa kali dalam setahun selama hitungan minggu. Kondisi ini menuntut Sugi untuk memiliki dana tunai siap pakai guna memborong udang rebon dalam jumlah besar sebagai stok tahunan.

Titik balik usaha Sugi terjadi pada tahun 2017 saat ia mengenal Aida, seorang Mantri BRI. Melalui fasilitas pembiayaan dari BRI, Sugi mendapatkan akses permodalan yang fleksibel untuk mengamankan bahan baku tepat saat musim panen udang tiba.

"Alhamdulillah bisa berjalan baik. Ibaratnya kan sudah ditolong," kata Sugi.

Selain digunakan sebagai modal kerja harian, Sugi memanfaatkan sebagian pinjaman untuk memperkuat ketahanan aset usahanya, salah satunya dengan membeli sebidang tanah yang ditanami sirih guna mendukung keberlanjutan bisnis keluarga di masa depan.

Penguatan bisnis Terasi Kumbe juga didorong oleh pendekatan klaster usaha dari BRI. Melalui pembentukan ekosistem ini, BRI menghubungkan para pelaku usaha lokal dengan peluang pengembangan pasar dan jaringan komunitas yang lebih luas.

Kemitraan yang terjalin membuahkan pengakuan dari pemerintah daerah. Dinas Perikanan setempat menunjuk Sugi sebagai narasumber untuk memberikan pelatihan pembuatan terasi berkualitas bagi masyarakat di daerah terpencil seperti Tabonji. Sugi membagikan ilmu pengolahannya secara terbuka sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama perajin lokal.

"Saya tidak pernah merasa menggurui. Bagi saya, seandainya saya bisa bermanfaat ya akan saya lakukan. Seperti BRI membantu saya, ya saya akan memberikan dukungan ke sesama pelaku usaha, selama itu memang benar bermanfaat," pungkas Sugi.

Terkait
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com