Tembus Rp1.270 Triliun, Transaksi Agen BRILink Perkuat Dominasi BRI

Selasa, 13 Oktober 2026 | 21:48 WIB
Ilustrasi BRILink Agen. (Dok: BRI)
BACA 10 DETIK
  • Hingga September 2026, PT Bank Rakyat Indonesia mengelola 1,06 juta Agen BRILink di lebih dari 60 ribu desa Indonesia.
  • Agen BRILink mencatatkan 750 juta transaksi dengan volume penjualan menembus Rp1.270 triliun dan memberikan tambahan pendapatan bagi pelaku UMKM.
  • Optimalisasi jaringan keagenan ini berhasil menyumbangkan pendapatan berbasis komisi sebesar Rp1,3 triliun bagi perseroan.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menorehkan pencapaian strategis dalam perluasan akses perbankan nasional. Hingga akhir September 2026, infrastruktur keagenan atau Agen BRILink berhasil mencatatkan volume transaksi (sales volume) yang menembus angka Rp1.270 triliun.

Perputaran dana bernilai jumbo tersebut diakumulasikan dari sekitar 750 juta transaksi yang dieksekusi oleh masyarakat di berbagai pelosok nusantara, mengukuhkan posisi layanan nirkantor ini sebagai ujung tombak pergerakan ekonomi mikro di Indonesia.

Ekspansi infrastruktur layanan keuangan yang dilakukan perseroan menunjukkan progres penetrasi yang masif dan terukur. Pada periode yang sama, perseroan perbankan pelat merah ini telah mengelola jaringan sebanyak 1,06 juta Agen BRILink yang tersebar secara merata di lebih dari 60 ribu wilayah pedesaan.

Jangkauan operasional kelolaan ini merepresentasikan tingkat penetrasi sebesar 80 persen dari total keseluruhan desa yang ada di Republik Indonesia, menjembatani secara langsung kesenjangan akses layanan finansial antara kawasan urban dan rural.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, memaparkan di Jakarta pada Selasa (13/10/2026) bahwa keunggulan kompetitif dari Agen BRILink tidak semata-mata bersandar pada kuantitas titik sebaran jaringan. Faktor fundamental yang mendorong kesuksesan program inklusi ini adalah tingkat kedekatan sosial para agen dengan warga di lingkungan sekitarnya.

Interaksi harian yang terbangun secara organik menjadikan agen sebagai edukator literasi keuangan yang efektif, membiasakan masyarakat perdesaan untuk mulai memanfaatkan fasilitas transaksi digital secara aman.

Momentum pencapaian kinerja ini bertepatan dengan peringatan Bulan Inklusi Keuangan yang jatuh pada bulan Oktober. Perseroan memposisikan agen tidak sekadar sebagai perpanjangan tangan layanan operasional, melainkan sebagai motor penggerak transformasi perbankan bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh layanan keuangan formal (unbanked).

“BRILink Agen bukan sekadar mitra transaksi perbankan. Di banyak daerah, mereka menjadi pihak yang membantu masyarakat mengakses layanan keuangan, memahami cara bertransaksi, sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata dia.

Kehadiran fasilitas perbankan tanpa kantor ini mendatangkan efisiensi waktu dan biaya yang nyata bagi masyarakat daerah. Para agen memfasilitasi berbagai transaksi krusial yang menopang aktivitas harian, meliputi:

  • Pelunasan tagihan utilitas dasar seperti listrik, air, telepon, dan iuran BPJS Kesehatan.
  • Pembelian pulsa prabayar komunikasi dan pelunasan cicilan pembiayaan.
  • Layanan rujukan (referral) untuk pembukaan rekening tabungan baru serta pengajuan pinjaman modal usaha.
  • Akses pendaftaran asuransi mikro dan penarikan tunai dari remitansi atau kiriman uang luar negeri.
  • Pembelian tiket moda transportasi publik yang mencakup tiket bus, shuttle, kereta api, hingga penyeberangan kapal.

Dari perspektif pemberdayaan ekonomi kerakyatan, inisiatif keagenan ini membuka pintu profitabilitas baru bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pemilik warung kelontong atau pedagang lokal yang bermitra dengan perseroan berpeluang mendapatkan aliran pendapatan tambahan dari setiap transaksi perbankan yang difasilitasi.

Hal ini secara langsung meningkatkan skala produktivitas usaha mereka sekaligus menciptakan efek pengganda ekonomi di tingkat akar rumput.

Perseroan secara konsisten memberikan pendampingan untuk memacu kapasitas bisnis para mitranya agar dapat naik kelas menuju stratifikasi yang lebih tinggi, khususnya kategori Jawara dan Juragan. Kedua tingkatan ini merupakan klasifikasi prestisius dengan tingkat perolehan fee-based income (pendapatan berbasis komisi) tertinggi.

Per September 2026, perseroan mencatat terdapat 59 ribu agen yang sukses bertengger di dua kategori elite tersebut, membuktikan bahwa kemitraan ini mampu memperbesar skala bisnis dan memperkuat ketahanan finansial pelaku usaha lokal.

Kesuksesan pemberdayaan masyarakat ini berbanding lurus dengan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perseroan secara konsolidasi. Optimalisasi jaringan keagenan ini telah menyumbangkan fee-based income sebesar Rp1,3 triliun bagi perseroan hingga akhir September 2026.

Lebih jauh, keberadaan lebih dari satu juta titik transaksi ini memegang peranan esensial dalam mendukung strategi penghimpunan dana murah atau current account savings account (CASA), yang sukses terkumpul hingga mencapai Rp32 triliun.

“Kinerja bisnis yang positif ini kian memperlihatkan bahwa penguatan jaringan keuangan di tingkat desa tidak hanya membantu menggerakkan transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat bisnis BRI yang berbasis ekonomi kerakyatan,” kata Akhmad.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com