- PT Bank Rakyat Indonesia meraih dua penghargaan dalam BisnisIndonesia Financial Awards 2026 di Jakarta pada 12 Oktober.
- Direktur Utama BRI Hery Gunardi menerima penghargaan Best CEO atas kepemimpinan visioner dalam transformasi ekosistem UMKM.
- BRI membukukan laba bersih Rp31,2 triliun dan menyalurkan kredit Rp1.645,5 triliun pada semester I 2026.
Suara.com - Pertumbuhan fundamental keuangan sekaligus memperluas inklusi ekonomi kerakyatan kembali mengantarkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (kode saham: BBRI) merengkuh apresiasi bergengsi.
Emiten perbankan pelat merah ini sukses memborong dua penghargaan sekaligus dalam pergelaran BisnisIndonesia Financial Awards (BIFA) 2026 yang berlangsung di Raffles Hotel, Jakarta, pada Senin (12/10). Malam penganugerahan tersebut turut dihadiri langsung oleh Direktur Finance & Strategy BRI, Achmad Royadi.
Dalam ajang apresiasi industri keuangan tersebut, Direktur Utama BRI, Hery Gunardi, dinobatkan sebagai penerima penghargaan Best CEO – MSME Ecosystem Transformation Champion & Leadership Award. Gelar ini diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan visionernya dalam menavigasi transformasi BRI menjadi institusi yang lebih adaptif, sarat inovasi, dan sangat peka terhadap dinamika kebutuhan nasabah.
Penghargaan ini sekaligus mengafirmasi komitmen perseroan dalam menjadikan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar penyangga perekonomian negara.
Selain penghargaan di level kepemimpinan eksekutif, BRI juga dianugerahi titel Excellent Profitable State-Owned Bank 2026. Predikat ini merepresentasikan kemampuan perseroan dalam menjaga margin profitabilitas yang superior di tengah ketatnya persaingan industri perbankan nasional.
Menanggapi capaian tersebut, Hery Gunardi menegaskan bahwa deretan penghargaan ini merupakan manifestasi dari kerja keras seluruh insan BRILian yang terus mengawal proses transformasi perusahaan.
“Kami ingin terus memperkuat peran BRI, bukan hanya sebagai financial intermediary, tetapi juga sebagai enabler yang mendukung pelaku usaha sejak tahap awal, mengembangkan skala bisnisnya, hingga mampu naik kelas. Bagi kami, pertumbuhan bisnis harus berjalan seiring dengan penguatan fundamental dan penciptaan nilai bagi masyarakat,” ujar Hery.
Pernyataan tersebut berbanding lurus dengan rapor kinerja perseroan pada paruh pertama tahun ini. Sepanjang semester I 2026, BRI sukses membukukan laba bersih senilai Rp31,2 triliun, merepresentasikan lompatan pertumbuhan sebesar 17,5 persen secara tahunan (year-on-year/YoY).
Dari sisi fungsi intermediasi, total penyaluran kredit BRI hingga penghujung Juni 2026 telah menyentuh angka Rp1.645,5 triliun, atau melesat 16,2 persen YoY. Menariknya, postur pertumbuhan kredit tersebut sangat ditopang oleh agresivitas penyaluran di segmen UMKM yang mendominasi porsi pembiayaan dengan nilai mencapai Rp1.235,4 triliun (tumbuh 8,6 persen YoY).
Ekspansi pembiayaan kerakyatan ini semakin kokoh berkat orkestrasi Holding Ultra Mikro. Hingga pertengahan 2026, ekosistem integrasi layanan keuangan tersebut telah memfasilitasi sekitar 33,8 juta nasabah pinjaman, mengelola perputaran dana di 166,3 juta rekening simpanan, serta sukses mendorong 2,3 juta debitur untuk naik kelas ke segmen pembiayaan yang lebih tinggi.
Selain menyuntikkan modal, BRI merancang ekosistem pemberdayaan agar para pelaku usaha tidak stagnan. Berdasarkan data perseroan per Juni 2026, penetrasi program pemberdayaan BRI telah mencetak rekam jejak yang masif:
- Desa BRILiaN: Berhasil menjangkau dan memberdayakan lebih dari 5.700 desa di seluruh Nusantara.
- Klasterku Hidupku: Menginkubasi dan mendampingi lebih dari 44.000 klaster usaha komunal.
- Platform Digital LinkUMKM: Menjadi wadah digital bagi sekitar 17,3 juta pelaku UMKM.
- Rumah BUMN: Aktif memberikan pelatihan dan akses pasar kepada sekitar 596.000 pelaku usaha yang tergabung di dalamnya.
Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group, Arif Budisusilo, memaparkan bahwa pergelaran BIFA ke-18 tahun 2026 ini secara khusus menyoroti institusi yang tidak sekadar mengejar angka laba, melainkan juga tangkas dalam adaptasi digital, perluasan inklusi, dan penegakan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG).
“BIFA 2026 adalah apresiasi bagi institusi keuangan yang mampu menunjukkan ketangguhan, kinerja berkelanjutan, dan kemampuan beradaptasi. Kami berharap penghargaan ini menjadi pemicu bagi industri keuangan untuk terus berinovasi serta memperkuat perannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif,” pungkas Arif.