Gandeng BRI, Pemerintah Resmikan Ribuan Pusat Ekonomi Desa Demi Pangkas Kesenjangan Kota-Desa

Minggu, 18 Oktober 2026 | 14:44 WIB
QRIS BRI
BACA 10 DETIK
  • BRI mendukung penguatan sentra ekonomi desa di Lampung Selatan dan Nganjuk pada 15 Oktober 2026.
  • Menteri dan pejabat negara meninjau langsung rantai pasok dan penyaluran bantuan sembako di desa-desa tersebut.
  • BRI menyediakan layanan perbankan melalui BRILink Agen untuk memperluas akses keuangan digital di perdesaan.

Suara.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mengakselerasi pemerataan ekonomi dan literasi keuangan digital hingga ke wilayah perdesaan.

Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan bahwa perputaran roda ekonomi tidak hanya terpusat di kota-kota besar, melainkan juga menyentuh masyarakat di daerah penyangga ketahanan pangan nasional.

Komitmen kuat tersebut diwujudkan melalui partisipasi aktif perseroan dalam kegiatan sinergi penguatan sentra ekonomi desa yang berlangsung secara serentak di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dan Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, pada Kamis (15/10/2026).

Kehadiran ekosistem perbankan di tingkat akar rumput ini dinilai sangat krusial, terutama bagi kaum urban dan wirausaha muda di kota besar yang rantai pasok bisnisnya sangat bergantung pada stabilitas harga komoditas dari desa.

Di Kabupaten Lampung Selatan, Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan turun langsung ke Desa Bumisari, Kecamatan Natar, didampingi oleh sejumlah eksekutif perseroan, yakni Direktur Legal & Compliance BRI Mahdi Yusuf dan SEVP Institutional Business BRI Suyitno.

Turut hadir pula Bupati Lampung Selatan Radityo Egi serta Deputi Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pemberdayaan Masyarakat Kemensetneg Johar Arifin.

Pada kesempatan strategis tersebut, BRI tidak sekadar hadir sebagai pendukung infrastruktur transaksi, tetapi juga menjalankan misi sosial perusahaan. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, perseroan membagikan bantuan sembako berskala besar yang ditujukan untuk meringankan beban ekonomi masyarakat di Desa Bumisari.

Sementara itu, pada waktu yang bersamaan di wilayah Jawa Timur, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono bersama dengan Direktur Commercial BRI Alexander Dippo Paris meninjau langsung kelancaran rantai pasok di Desa Sambiroto, Nglawak, dan Garu, Kabupaten Nganjuk.

Dalam inspeksi tersebut, perwakilan BUMN beserta jajaran kementerian melakukan audit ketersediaan barang dengan memeriksa langsung stok logistik di area gudang, ketersediaan produk di rak pajangan, hingga kelancaran proses transaksi di meja kasir.

Langkah audit lapangan ini sangat penting guna mendengar langsung penilaian warga terkait stabilitas harga dan kualitas layanan.

Kunjungan ini sekaligus menjadi sistem kontrol untuk memastikan bahwa setiap temuan kendala di lapangan dapat segera ditindaklanjuti oleh kementerian terkait, pihak Agrinas, maupun BUMN selaku pemasok utama, sehingga subsidi dari negara benar-benar sampai secara utuh dan manfaatnya dirasakan oleh warga.

Pembangunan sentra-sentra ekonomi di tingkat desa ini merupakan perwujudan dari visi besar Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan poros pertumbuhan baru yang mandiri.

“Tujuannya agar desa memiliki pusat pertumbuhan ekonomi sehingga bisa semakin maju dan berkembang. Koperasi ini juga diharapkan dapat menjadi wadah bagi para wirausaha muda serta berperan sebagai entrepreneur. Di sisi lain, KDKMP juga berperan sebagaiofftaker yang menyerap hasil panen petani sehingga mampu menjaga kestabilan harga,” ujar Zulkifli Hasan.

Untuk merealisasikan visi ekosistem yang terintegrasi tersebut, BRI mengambil peran krusial melalui penyediaan layanan perbankan tanpa batas yang melebur langsung dengan aktivitas harian warga desa. Salah satu instrumen andalan yang digenjot adalah optimalisasi jaringan BRILink Agen yang kini telah tersebar luas.

“Kami mendukung KDKMP dengan menghadirkan akses layanan keuangan yang benar-benar dekat dengan masyarakat. Melalui KDKMP yang memiliki BRILink Agen, masyarakat dapat bertransaksi, menabung, hingga mengembangkan usaha melalui fasilitas pinjaman,” ujar Dippo.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com