Roda Ekonomi Sempat Lumpuh Total, BRI Peduli Gercep Bangun Infrastruktur Vital di Cianjur

Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:02 WIB
BRI Peduli
BACA 10 DETIK
  • PT Bank Rakyat Indonesia meresmikan jembatan gantung di Desa Kemang, Cianjur, Jawa Barat, pada Selasa, 13 Oktober 2026.
  • Infrastruktur baru dari program TJSL BRI Peduli ini menggantikan jalur penyeberangan sungai berbahaya demi keselamatan warga setempat.
  • Fasilitas jembatan tersebut berhasil memperlancar mobilitas harian, kegiatan ekonomi, serta akses pendidikan bagi sekitar tujuh ribu penduduk.

Suara.com - Keterbatasan infrastruktur di daerah pelosok kerap menjadi jurang pemisah bagi masyarakat untuk meraih taraf hidup yang lebih baik. Merespons tantangan tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali turun tangan menjembatani mobilitas masyarakat pedesaan.

Melalui payung program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, perseroan secara resmi menyerahkan bantuan pembangunan infrastruktur berupa jembatan gantung di Desa Kemang, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Peresmian fasilitas publik yang sangat vital bagi mobilitas warga ini dilangsungkan di pelataran SDN Kemang pada Selasa (13/10/2026).

Momentum peresmian ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial korporasi, melainkan wujud langkah nyata dari komitmen perbankan pelat merah tersebut dalam memperluas pemerataan akses infrastruktur yang aman, inklusif, dan layak bagi masyarakat yang bermukim di wilayah yang sulit dijangkau.

Jauh sebelum jembatan baja ini membentang kokoh, warga Desa Kemang harus bertaruh nyawa menghadapi rintangan alam setiap harinya. Tanpa adanya akses penghubung yang memadai, masyarakat terpaksa turun langsung mengarungi aliran sungai hanya untuk menjalankan roda aktivitas sehari-hari, mulai dari membawa hasil bumi, berdagang, hingga mengakses fasilitas layanan kesehatan terdekat.

Situasi akan berubah menjadi sangat mencekam ketika musim penghujan tiba. Debit air sungai yang meluap tajam serta arus yang liar membuat jalur penyeberangan tradisional tersebut lumpuh total dan sangat berbahaya untuk dilewati.

Alhasil, warga desa terpaksa memutar arah dan menempuh rute alternatif yang memakan waktu dan jarak tempuh jauh lebih panjang. Putusnya akses ini secara langsung memukul denyut nadi perekonomian lokal dan yang paling memprihatinkan, menghambat perjalanan anak-anak generasi penerus bangsa untuk menuntut ilmu di bangku sekolah.

Menyambut uluran tangan dari BRI, Kepala Desa Kemang, Dadan Subarna, menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam. Ia menegaskan bahwa jembatan gantung ini memiliki fungsi yang jauh lebih besar dari sekadar konstruksi besi; jembatan ini adalah urat nadi baru menuju kemudahan akses, jaminan keselamatan, serta katalisator peningkatan taraf kesejahteraan seluruh warganya.

“Sebelum jembatan ini dibangun, masyarakat kami, khususnya anak-anak sekolah, harus menyeberangi sungai untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi tersebut tentu memiliki risiko dan menjadi kendala, terutama ketika debit air sungai meningkat. Dengan hadirnya jembatan ini, kami berharap mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah, aman, dan lancar. Anak-anak dapat pergi dan pulang sekolah dengan lebih aman, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitas ekonomi maupun sosial tanpa harus lagi menghadapi kesulitan menyeberangi sungai,” ungkap Dadan.

Secara demografis, Desa Kemang dihuni oleh populasi yang cukup besar, yakni mencapai sekitar 7.000 jiwa. Ribuan warga tersebut bermukim secara tersebar di tiga dusun, enam kawasan Rukun Warga (RW), dan 37 Rukun Tetangga (RT). Lanskap geografis Desa Kemang yang dilalui oleh dua aliran sungai utama, yakni Sungai Cihea dan Sungai Cikupa, membuat keberadaan infrastruktur penyeberangan menjadi sangat krusial dalam merajut kembali aktivitas ekonomi antarkampung yang sempat terisolasi.

Secara spesifikasi teknis, jembatan gantung ini dirancang dengan struktur yang mampu menahan beban kapasitas sekitar 10 hingga 20 orang pejalan kaki secara bersamaan. Tidak hanya itu, jembatan ini juga dibangun dengan standar keamanan yang mumpuni untuk dilalui oleh kendaraan bermotor roda dua, sehingga proses distribusi hasil panen dan logistik harian warga dapat berjalan dengan efisien.

Dari kacamata korporasi, intervensi infrastruktur ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa kehadiran inisiatif TJSL BRI Peduli di Desa Kemang merupakan cerminan komitmen kuat perseroan untuk mendorong kemajuan suatu wilayah melalui pembangunan yang berdampak positif secara instan bagi masyarakat akar rumput.

“Dengan beroperasinya jembatan gantung tersebut, masyarakat kini memiliki akses yang lebih aman dan lancar untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari perjalanan anak-anak menuju sekolah hingga kegiatan ekonomi warga. Melalui kolaborasi bersama masyarakat dan para pihak terkait, BRI Peduli terus berupaya memberikan manfaat nyata serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkas Dhanny.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com