SuaraCianjur.Id,- Artis cantik Prilly Latuconsina mengaku ingin bunuh diri akibat bullyan netizen yang maha benar. Suasana itu terjadi pada tahun 2014-2015 ketika karirnya melejit di sinetron ‘Ganteng-Ganteng Srigala’.
Waktu itu Prilly Latuconsina belum mengetahui dunia entertainment dan posisi saat sedang dalam ketenaran. Dirinya hanya mengetahui soal bekerja dan syuting. Tapi ternyata ekspektasi netizen terhadapnya terlalu besar hingga menjadi tekanan yang kuat dalam kehidupannya.
“Dibully netizen sudah jadi artis. Tiap hari muka aku ada di infotaiment. Aku ada di fase apa yang aku lakuin sedetail apapun ada di infotainment. Tahun 2014 kan sinetron rating satu, alhamdulillah, enggak ngerasa aku siapa, kan kita syuting doang,” jelas Prilly Latuconsina di Podcast Denny Sumargo, seperti dilihat Rabu (10/8/2022).
Prilly tersadar begitu apa yang dilakukannya dan apa yang diucapkannya masuk dalam berita infotainment setiap hari.
“Jadi aku sadar apa yang aku lakukan, sekecil apapun jadi berita dan dilihat semua orang. Yang dimana ternyata aku enggak bisa aku lakukan yang menurut aku normal. Misalnya, bicara blak-blakan,” jelasnya.
Kala itu usia Prilly masih 18 tahun dan tidak tahu berlaku di depan kamera dan di depan publik.
“Apalagi aku baru terkenal, jadi enggak menyiapkan diri untuk itu. Itu terjadi begitu saja, belajar sendiri bagaimana menghadapi media, di depan publik,” sambungnya.
Prilly pun mengungkapkan apa yang menjadi bahan bullyan saat itu. Ternyata dari cara cara berpakaian Prilly.
“Ternyata setiap aku tampil ada aja. Dikatain enggak tahu fashion, karena aku pakai baju seadanya enggak paham ada fashion stylist jadi dikata-katain masalah baju, dikatain soal make up,” bebernya.
Baca Juga: Robert Alberts Hengkang dari Persib Bandung Usai Hasil Buruk di BRI Liga 1
Tak hanya itu, Prilly Latuconsina yang seakan dipaksa untuk jadian dengan Aliando Syarief, lawan main dalam aktingnya kala itu.
“Waktu itu sinetron meledak aku dipasangkan dengan pasangan saat itu, tiba-tiba orang menuntut harus pacaran sama dia, padahal aku punya kehidupan normal yang lain. Saat itu aku dipasangkan dengan Aliando,” cerita Prilly.
“Positif thinking-nya, berarti kita bagus akting orang baper benaran, sinetronnya laku. Tapi negatif sidenya jadi banyak tekanan, pemberitaan di infotainemnt yang menekan aku apa saja jadi berita dan memenuhi ekspektasi orang,” tukasnya.
Tentu saja komentar-komentar publik saat itu membuat dirinya sedikit frustasi dan stres.
“Dibully Kayak kita jadi orang yang paling salah di dunia stres banget, aku kan di sini punya keluarga, lu (netizen) nge-bully orang lu lupa orang ini punya keluarga, apalagi keluarga aku sangat dekat, ketika aku dibully aku harus melindungi hati mama aku, papa aku, opa aku,” kata Prilly.
Saat itulah keputuasaan untuk niat bunuh diri datang. Hanya saja di sisi lain dia takut melakukannya.
“Aku pengen mati, kalau nyayat takut darah, minum obat nyamuk kalau enggak mati sakit tenggorokan. Aku mau bunuh diri yang enggak sakit dan di momen itu aku depresi empat hari enggak keluar kamar sampai takut buka Instagram,” jelasnya.
Namun beruntung orang tua Prilly akhirnya membuatnya sadar dan meminta untuk mensyukuri kehidupannya yang terjadi hingga sekarang. Orang tuanya memberikan paham apa yang dimiliki oleh Prilly seperti ketenaran dan rejeki adalah keinginan yang yang diidamkan oleh semua orang, namun tidak bisa.
“Habis itu aku sadar, ya apa gunanya mengakhiri hidup aku karena judgement orang lain yang engak benar. Karena yang tahu diri kita adalah kita. Yang buat sadar orang tua,” sambungnya.
Ayahnya juga mengingatkan betapa dirinya gampang mendapatkan follower di Instagram dibanding orang lain. Juga mengingatkan bahwa yang ngebully hanyalah sekian persen dari yang benar benar mencintai.
“(Ayahnya bilang) ‘Karena mereka kamu enggak mensyukuri berkah yang Tuhan kasih, mendingan kamu salat dan minta maaf sama Tuhan’. Ternyata banyak hal yang bisa aku syukuri,” kata Prilly.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Ajarkan Anak Soal Uang Sejak Dini, Mulai dari Bedakan Kebutuhan dan Keinginan
-
Isu Hercules Muncul di Tengah Kericuhan 27 Agustus, Polda Metro: Masih Didalami
-
Sepenggal Kisah Ketulusan Warga Jombang di Muktamar NU: Sumbang Beras, Sayur hingga Sapi
-
Praperadilan Febrie Adriansyah Ditolak, Pengacara: HAM Tak Jadi Acuan
-
4 Rekomendasi Serum Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Kulit Glowing Tanpa Was-Was!
-
Janji 19 Juta Lapangan Kerja Prabowo Ditagih, Pemerintah Diminta Berhenti Berkilah
-
Indonesia Percepat Langkah Kurangi Emisi Karbon lewat Teknologi CCS
-
Kenang Korban, Massa Gelar Aksi 'Agustus Gelap' di UGM: Menolak Lupa Kekerasan Aparat
-
Diskon Tiket Pestapora 2026 dari BRI, Segera Klaim Sebelum Habis!
-
Cerita Pedagang yang Tiba-tiba Naik ke Desil 10, Kaget dan Tak Terima Bantuan Lagi