/
Minggu, 13 November 2022 | 16:30 WIB
Warga menduga bocah yang disunat oleh Jin (Foto:Dok.Suara.com/ Suherman - HR Online)

SuaraCianjur.id - Ketika tengah menggelar pengajian, seorang bocah di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kabupaten Ciamis, tiba-tiba berteriak dan menangis. 


Saat dilihat oleh warga kondisi sang anak yang tidak diketahui identitasnya itu, pada bagian kelaminnya sevara tiba-tiba megeluarkan darah. 


“Tadi saat pengajian berlangsung, tiba-tiba anaknya berteriak dan menangis histeri.  Dari alat kelamin anaknya terlihat seperti habis sunat dan terdapat bercak darah,” kata Sekretaris Desa Kertahayu Kusnadi. 


“Tapi kata warga ada yang bilang itu disunat oleh jin. Wallahualam, apa yang sebenarnya terjadi kami tidak bisa memutuskan apa penyebabnya. Makanya tadi kita langsung bawa ke klinik,” sambungnnya.


Teriakan anak tersebut membuat geger warga, yang tengah melakukan pengajian. 


Melihat kondisi anak tersebut yang terus mengularkan darah dari kelaminnya, anak itupun langsung dibawa ke klinik terdekat. 

Sesampainya di klinik, entah apa yang terjadi pihak klinik pun langsung menyunat anak tersebut. 

Pemilik Klinik Amal Bakti Kertahayu, Tata Sudinta menuturkan jika memang kliniknya menangani seorang anak yang kelaminnya mengeluarkan darah. 

Namun darah dari kelamin anak tersebut bukan karena seperti dugaan warga yang dikatakan disunat oleh jin. 

Baca Juga: Nathalie Holscher Akan Menikah Lagi Tahun Depan, Sule Tetap Berikan Semua Aset yang Diminta


Ada penjelasan medis soal kelamin anak yang mengeluarkan darah secara tiba-tiba mengalami kesakitan. 

Menurut Tata, kelamin anak yang ditangani oleh kliniknya mengeluarkan darah serta menimbulkan sakit, karena terjadi sumbatan.

“Menurut medis, kemaluan anak ini mengalami luka akibat adanya sumbatan penyakit. Salah satu solusinya harus disunat. Karena kasihan anaknya pasti akan mengalami rasa sakit yang berkepanjangan,” terangnya.

Dari hasil pemeriksaan medis pun, pada kelamin sang anak terdapat penyumbatan yang memicu alat vitalnya mengeluarkan darah. 

Untuk penanganan medisnya kini kedua orang tua anak tersebut setuj,  untuk dilakukan sunat terhadap sang anak. 


“Alhamdulillah, tadi dari hasil kesepakatan bersama orang tuanya, anaknya langsung kami khitan,” jelas Tata. (*)

Load More