SuaraCianjur.id - Ketika tengah menggelar pengajian, seorang bocah di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kabupaten Ciamis, tiba-tiba berteriak dan menangis.
Saat dilihat oleh warga kondisi sang anak yang tidak diketahui identitasnya itu, pada bagian kelaminnya sevara tiba-tiba megeluarkan darah.
“Tadi saat pengajian berlangsung, tiba-tiba anaknya berteriak dan menangis histeri. Dari alat kelamin anaknya terlihat seperti habis sunat dan terdapat bercak darah,” kata Sekretaris Desa Kertahayu Kusnadi.
“Tapi kata warga ada yang bilang itu disunat oleh jin. Wallahualam, apa yang sebenarnya terjadi kami tidak bisa memutuskan apa penyebabnya. Makanya tadi kita langsung bawa ke klinik,” sambungnnya.
Teriakan anak tersebut membuat geger warga, yang tengah melakukan pengajian.
Melihat kondisi anak tersebut yang terus mengularkan darah dari kelaminnya, anak itupun langsung dibawa ke klinik terdekat.
Sesampainya di klinik, entah apa yang terjadi pihak klinik pun langsung menyunat anak tersebut.
Pemilik Klinik Amal Bakti Kertahayu, Tata Sudinta menuturkan jika memang kliniknya menangani seorang anak yang kelaminnya mengeluarkan darah.
Namun darah dari kelamin anak tersebut bukan karena seperti dugaan warga yang dikatakan disunat oleh jin.
Baca Juga: Nathalie Holscher Akan Menikah Lagi Tahun Depan, Sule Tetap Berikan Semua Aset yang Diminta
Ada penjelasan medis soal kelamin anak yang mengeluarkan darah secara tiba-tiba mengalami kesakitan.
Menurut Tata, kelamin anak yang ditangani oleh kliniknya mengeluarkan darah serta menimbulkan sakit, karena terjadi sumbatan.
“Menurut medis, kemaluan anak ini mengalami luka akibat adanya sumbatan penyakit. Salah satu solusinya harus disunat. Karena kasihan anaknya pasti akan mengalami rasa sakit yang berkepanjangan,” terangnya.
Dari hasil pemeriksaan medis pun, pada kelamin sang anak terdapat penyumbatan yang memicu alat vitalnya mengeluarkan darah.
Untuk penanganan medisnya kini kedua orang tua anak tersebut setuj, untuk dilakukan sunat terhadap sang anak.
“Alhamdulillah, tadi dari hasil kesepakatan bersama orang tuanya, anaknya langsung kami khitan,” jelas Tata. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
Kunjungan ke Sumbar Naik 12 Persen saat Lebaran 2026, Kenyamanan Wisatawan Disorot
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris