SuaraCianjur.id - Gempa yang terjadi di selatan Jawa Timur (Jatim), peliu diwaspadai. Hal itu diungkap oleh Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono.
Daryono mengatakan meski gempa yang terjadi selatan Jatim tersebut di luar zona megethrust, namun disebut-sebut bisa memicu tsunami.
“Gempa di luar zona subduksi outer rise selatan Jatim ini patut diwaspadai,” kata Daryono dari yang dikutip dari akun Twitternya, Selasa (6/12/2022).
“Meskipun di luar zona megathrust tetapi dgn mekanisme patahan turun akan dapat memicu tsunami spt gempa dahsyat Sumba 1977 yang tsunaminya menelan korban ratusan orang di Sumbawa Selatan,” sambungnnya.
Untuk pengetahuan, tsunami yang terjadi di Sumba, terjadi pada tahun 1997, tepatnya pada 19 Agustus.
Tsunami kala itu terjadi usai, gempa berkekuatan magnitudo 8,3. Tsunami sendiri tercatat terjadi pada siang hari, seitar pukul 14.08 waktu Sumba.
Gempanya sendiri, berpusat di bawah laut di Samudera Hindia. Akibat Tsunami, bagian selatan Sumba, Lombo dan Bali, terjadi tsunami.
Tsunami ini cukup banyak memakan korban. Pasalnya sesaat sebelum tsunami terjadi, masyarakat banyak berdatangan ke pantai.
Mereka dikabarkan melihat langsung fenoma sebelum tsunami terjadai. Dimana kala itu air laut di pantai alami penyurutan.
Baca Juga: Cegah Tindak Pidana Korupsi Dana Desa, Pemkot Batu Gandeng Pemerintah Desa hingga BPD untuk Awasi
Tercatat ada empat kawasan yang terdampak tsunami. Diantaranya Sumba, Sumbawa, Lombok, dan bali.
Untuk wilayah Sumba tsunami terjadi di kawasan Melolo dengan ketinggian ombak tsunami 1,5 meter dan di kawasan Waingapu dengan dengan ketinggian ombak tsunami 1 meter.
Di Sumbawa, tsunami terjadi di Lunyuk dengan ketinggian ombak 5,8 meter.
Untuk di Lombok, tsunami kawasan Kuta dengan ketinggian ombak 4,3 meter, di Labuanhaji dengan ketinggian ombak 3,2 meter, di Barunampar dengan ketinggian ombak 2 meter dan kawasan Awang dengan ketinggian ombak 4,3 meter.
Sementara di Bali, tsunami kala itu terjadi di dua kawasan. Pertama di Nusa Dua dengan ketinggian ombak 2,5 meter, Kedua terjadi di Benoa dengan ketinggian ombak setinggi 4 meter. (*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Sir Alex Ferguson Dilarikan ke Rumah Sakit
-
3 Shio yang Paling Beruntung Minggu Ini 4-10 Mei 2026, Pintu Kesuksesan Terbuka Lebar
-
Michael Carrick Buka Suara usai Antarkan Manchester United ke Liga Champions
-
Review Film Ek Din: Dialog Puitis tentang Cinta, Kehilangan, dan Harapan
-
Kata Kobbie Maino Soal Man United Segel Tiket Liga Champions Usai Tumbangkan Liverpool
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final
-
Kimi Antonelli Juara F1 GP Miami 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun
-
Bukan Sekadar Aklamasi, Ini Alasan Mengapa Andi Amran Sulaiman Dipercaya Kembali Pimpin IKA Unhas
-
Pelatih Persiku Doakan Persipura Jayapura Promosi ke Super League
-
Terpopuler: 5 Serum Malam Hempas Flek Hitam Usia 50, Parfum Aroma Mint untuk Cuaca Panas