SuaraCianjur.Id- Ketindihan saat tidur merupakan fenomena yang seringkali dianggap mistis dan menyeramkan oleh banyak orang.
Hal ini terjadi ketika seseorang sedang tertidur, namun tiba-tiba merasa sulit untuk bergerak atau berbicara, bahkan merasa tercekik oleh sesuatu yang tidak terlihat.
Fenomena ini juga sering disebut sebagai "sleep paralysis" atau "old hag syndrome" dan menjadi topik diskusi yang menarik dalam dunia paranormal dan supranatural.
Menurut buku "The Mind at Night: The New Science of How and Why We Dream" karya Andrea Rock, ketindihan saat tidur dapat terjadi ketika otak mengalami perubahan dari keadaan tidur ke keadaan sadar.
"Ketika otak mulai bangun dari tidur, tetapi tubuh belum sepenuhnya sadar, maka seseorang akan merasakan ketindihan dan kesulitan untuk bergerak," tulis Rock.
Namun, di sisi lain, banyak juga yang percaya bahwa ketindihan saat tidur adalah hasil dari kehadiran makhluk halus atau roh jahat yang sedang mengganggu seseorang.
Dalam buku "Makhluk Halus Pengganggu Manusia" karya Tim Dosen Paranormal, dijelaskan bahwa "ketindihan saat tidur dapat terjadi karena adanya pengaruh jin atau setan yang sedang mengganggu."
Tidak hanya itu, beberapa jurnal penelitian juga telah membahas tentang fenomena ini. Salah satunya adalah jurnal "Sleep Paralysis: Historical, Psychological, and Medical Perspectives" yang ditulis oleh Brian A. Sharpless dan Karl Doghramji.
Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa ketindihan saat tidur seringkali dihubungkan dengan pengalaman supranatural dan mistis. Namun, pada kenyataannya, fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah sebagai bagian dari gangguan tidur yang disebut sebagai "parasomnia".
Baca Juga: Ningning aespa Ungkap Sempat Hampir Tidak Bisa Melihat dengan Satu Mata
Dalam hal ini, penting untuk memahami bahwa setiap orang memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai fenomena mistis seperti ketindihan saat tidur.
Dapat disimpulkan bahwa ketindihan saat tidur adalah fenomena yang seringkali dianggap mistis dan menyeramkan oleh banyak orang.
Meskipun banyak yang percaya bahwa hal tersebut disebabkan oleh pengaruh makhluk halus atau roh jahat, namun pandangan dari ahli dan jurnal penelitian menyatakan bahwa fenomena ini dapat dijelaskan secara ilmiah sebagai bagian dari gangguan tidur yang disebut sebagai "parasomnia". (*)
(*/Haekal)
Sumber: Beberapa Jurnal
Rock, A. (2004). The Mind at Night: The New Science of How and Why We Dream. New York, NY: Basic Books.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Cewek Ini Kabur usai Dipalak Pacar dan Ibunya, Disuruh Bayar Makan di Restoran Capai Rp4 Juta
-
Siap Jadi Kakek, Ahmad Dhani Ungkap Inisial Nama Anak Al Ghazali dan Alyssa
-
5 Sepeda Hybrid Paling Nyaman Buat Gowes, Siapkan untuk Teman Ngabuburit
-
Mantan Menlu hingga Akademisi Kumpul, Apa yang Dibahas Intensif dengan Presiden Prabowo?
-
Heboh Selebgram Non-Muslim Berbusana Ketat di Masjid Nabawi, Celine Evangelista Murka
-
35 Kode Redeem FF 7 Februari 2026: Bocoran Lengkap P Joker Revenge, Transformasi Peta Bermuda Gurun
-
Nova Arianto Soroti Kekuatan China Jelang Uji Coba, Garuda Wajib Waspada?
-
Liburan Hemat ke Singapura: Tips Praktis untuk Traveler Indonesia
-
Jerry Aurum Kaget Banget, Baru Tahu Denada Sudah Punya Anak sebelum Menikah
-
Cara Nikita Willy Kenalkan Puasa Tanpa Paksa ke Anak