SUARA CIANJUR – PSM Makassar dijadwalkan akan melawan Bali United, dalam laga playoff Liga Champions Asia 2023. Laga ini akan dihelat di Stadion I Wayan Dipta, hari ini (6/6/2023), mulai pukul 19.30 WITA.
Sebelum laga berlangsung, pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares pertanyakan soal wasit yang akan memimpin. Dirinya merasa heran kenapa dari sekian banyak wasit, yang memimpin harus Thariq Alkatiri.
“Indonesia memiliki lebih 273 juta penduduk. Lalu kenapa harus selalu memasang wasit yang sama di pertandingan penting,” ujar Tavares, dikutip dari laman Instagram @transfermarkt, Selasa (6/6/2023).
Tavares menyoroti performa wasit Thariq Alkatiri, dan menilai kepemimpinannya kurang bagus.
“Wasit ini akan memimpin pertandingan kami dan sebelumnya juga melakukan beberapa performa yang kurang bagus,” lanjut Tavares.
Adapun laga playoff ini mempertemukan antara juara Liga 1 2021/2022, dan juara Liga 1 2022/2023. Laga ini akan berlangsung dalam dua leg, yang mana leg kedua akan berlangsung pada Sabtu (10/6/2023), di Stadion Gelora BJ Habibi, Pare pare, Sulawesi Selatan.
Laga ini dipastikan tidak akan dihadiri suporter tim tamu. Hal ini setelah PT Liga Indonesia Baru, menetapkan kebijakan bahwa setiap pertandingan tidak boleh dihadiri oleh suporter tim tamu karena alasan keamanan. (*)
Berita Terkait
-
Perjalanan Panjang Wakil Indonesia untuk Bisa Main di Fase Grup Liga Champions Asia 2023-2024
-
Jadwal Siaran Langsung Bali United vs PSM Makassar di Playoff Kualifikasi Liga Champions Asia
-
Prediksi Bali United vs PSM Makassar di Play-off Kualifikasi Liga Champions Asia: Preview, Skor dan Link Live Streaming
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Bawa Bantuan Miliaran Rupiah ke Korban Gempa NTT, Dedi Mulyadi: Ditengok Saja Sudah Bahagia
-
Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis
-
Gubernur Khofifah Terima Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi
-
Flores Kembali Diguncang Gempa M 5,1, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
-
Jaga Marwah Organisasi, Para Ulama Haramkan Serangan Fajar di Muktamar NU Ke-35
-
Mengenal BEM: Mengapa Kampus Punya Pemerintahan Sendiri?
-
Tegang Maksimal! Potret Kelam Remaja Kaya Los Angeles Era 80-an dalam Serial The Shards
-
Mengakhiri Ego Sektoral: Megaproyek Waterfront City 27 KM Ubah Wajah Pesisir Jadi Mesin Ekonomi
-
5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Baterai Tahan Lama sampai 10.000 mAh, Mulai Rp2 Jutaan
-
Viral Nilai Fantastis Biaya Suvenir HUT RI di Istana Negara? Rp22 atau 34 Miliar