SUARA CIANJUR - Dalam video aktivitas ritual tersebut tampak sebuah jendela yang menampilkan beberapa orang melakukan gerakan menari dengan nuansa lampu berwarna merah.
Beberapa warganet yang menyaksikan video tersebut beranggapan bahwa mereka merasa aneh dengan aktivitas ritual itu lantaran baru pertama kali melihat ritual seperti itu digelar dimasjid.Kemudian, Kapolsek Sukasari Kompol Darmawan kemudian memberikan penjelasan.
Beliau mengatakan ritual keagamaan tersebut dilakukan sekelompok kebudayaan yang terletak di wilayah Geger Kalong, Jawa Barat.
"Itu kegiatan terkait Malam Asyura yang dilakukan kebuyutan, yang biasa dilakukan di padepokan, " jelas Darmawan dilansir dari Detikcom.
Tetapi dengan dilaksanakannya acara tersebut menimbulkan pro dan kontra dibeberapa kalangan warganet,mereka merasa aneh mengapa kegiatan kebudayaan harus dilaksanakan dimasjid.
Akhirnya, kepolisian turun tangan untuk menindaklanjuti perihal ritual tersebut agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
"Hanya saja yang jadi masalah mereka menggelar aktivitas kebudayaan dimasjid, hal tersebut menimbulkan kelompok lain kurang sependapat. Maka dari itu, mereka meminta kegiatan tersebut dihentikan," ungkap Darmawan.
"Teman-teman pada saat kami datangi, mereka orasi sampe pukul 10 malam dan kami beri penjelasan. Alhamdulillah situasi kondusif, mereka kemudian pulang dan kegiatan kebuyutan selesai 1 jam, jam 9 malam sudah selesai," pungkasnya.
Di lain sisi, Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat saat ditemui oleh beberapa awal media menjelaskan bahwa kegiatan ritual tersebut diduga aliran Syiah yang sedang diselidiki oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dilansir dari Insertlive.com
Baca Juga: Dibocorkan Mami Eda, Biaya Hidup Lolly di Inggris Rupanya Berasal dari Sini
Kendati dalam ha ini, disampaikan agar warga selalu waspada dan berhati-hati karena aliran sesat sudah pernah terjadi sebelum pandemi covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
Terkini
-
Jerry Aurum Kaget Banget, Baru Tahu Denada Sudah Punya Anak sebelum Menikah
-
Cara Nikita Willy Kenalkan Puasa Tanpa Paksa ke Anak
-
Dapat Restu Prabowo, Gedung Bekas Kedubes Inggris di Bundaran HI Disiapkan Jadi Pusat Lembaga Umat
-
Kabel Lampu Jalan Jadi Sasaran Komplotan Pencuri di Bekasi
-
Sambangi Lokasi Pembunuhan Gajah, Kapolda Riau Tegaskan Scientific Crime Investigation
-
Terowongan Tol Sicincin-Padang Panjang Bakal Ikon Baru Sumbar, Kapan Mulai Dibangun?
-
7 Lipstik untuk Bibir Kering, Tampilan Cewek Makin Sempurna!
-
5 Strategi Bank Indonesia Tumbuhkan Ekonomi 2026 di Bali
-
4 Serum Korea Ginseng Alternatif Anti-Aging, Bikin Kencang dan Awet Muda
-
Wisatawan Asal Malang Hilang Terseret Ombak di Pantai Sine, Aksi Penyelamatan Berujung Pencarian