Deli.Suara.com - Film tentang kemerdekaan Indonesia kerap menyuguhkan adegan-adegan pejuang zaman sebelum kemerdekaan atau saat mempertahankan kemerdekaan.
Adegan penuh semangat dan terkadang diselingi cerita sedih bikin penonton refleksi apa yang sudah dilakukan untuk negeri ini.
Merayakan HUT RI ke-77 tidak lengkap rasanya jika tanpa menonton film bertema perjuangan. Berikut rangkuman 10 Film Perjuangan Kemerdakaan RI buat kamu.
1. Merah Putih (2009)
Merah Putih merupakan bagian dari Trilogi Merdeka dan rilis pada tahun 2009. Film ini diklaim sebagai salah satu film sejarah terbaik.
Film ini bercerita tentang perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan pada tahun 1947. Lukman Sardi, Darius Sinathrya, dan Donny Alamsyah tampil memukau sebagai pejuang dalam film ini.
2. Sang Pencerah (2010)
Sang Pencerah mengisahkan perjalanan hidup pendiri Muhammadiyah, yaitu KH Ahmad Dahlan. Sederetan bintang film kawakan beradu akting di sini, diantaranya Lukman Sardi, Sujiwo Tedjo, hingga Zaskia Adya Mecca.
Ceritanya berrawal dari kepulangan KH Ahmad Dahlan dari Mekah. Ia melihat warga kampungnya keliru dalam melaksanakan ajaran agama. Ia pun merasa wajib meluruskannya. Dalam usahanya itu, ia harus berhadapan dengan pihak Belanda.
Baca Juga: Mau Jadi Penulis tapi Bingung Mulai dari Mana? Ini Dia 5 Tips Buat Kamu
3. Soekarno: Indonesia Merdeka (2013)
Daftar film tentang kemerdekaan RI selanjutnya ialah Soekarno: Indonesia Merdeka. Film ini berkisah tentang riwayat hidup presiden pertama Indonesia, Soekarno yang saat kecil bernama Kusno dan sakit-sakitan.
Semangat kemerdekaan betul-betul tergambar dari dari orasi-orasi Bung Karno yang ada dalam film ini. Tokoh Soekarno diperankan oleh Ario Bayu.
4. Sang Kiai (2013)
Mirip dengan Sang Pencerah, film ini juga mengisahkan tokoh ormas agama Islam, yaitu NU. Di sini, KH Hasyim Asyari (Ikranagara) pendiri Nahdlatul Utama (NU) menolak melakukan ritual penghormatan kepada matahari (Seikerei) karena hal tersebut menyimpang dari agama Islam. Akibatnya, ia ditangkap oleh Jepang.
Untuk menghindari konflik, KH Wahid Hasyim (Agus Kuncoro) berupaya berdiplomasi dengan Jepang, tapi ternyata seorang pria bernama Harun (Adipati Dolken) tak terima kemudian mencoba mengusir penjajah dengan cara kekerasan yang justru menimbulkan konflik bersenjata.
5. Jenderal Soedirman (2015)
Adipati Dolken kembali muncul di film ini sebagai pemeran utama. Film ini mengisahkan perjuangan Jenderal Soedirman dalam bergerilya dalam kondisi sakit sekalipun. Dalam kondisi sakit parah, Soedirman mampu membuat pasukan Belanda takluk dan akhirnya bersedia menandatangani perjanjian Roem-Royen.
6. November 1928 (1979)
Film bertema perjuangan yang pertama adalah November 1828, disutradarai oleh Teguh Karya. Film ini menceritakan tentang penduduk desa di Jawa yang memberontak melawan pemerintahan penjajahan Hindia Belanda.
November 1928 berhasil memenangkan 7 penghargaan dari Festival Film Indonesia 1979 untuk kategori Film Terbaik, Sutradara Terbaik, Aktor Pendukung Terbaik, Sinematografi Terbaik, Tata Artistik Terbaik, Tata Suara Terbaik, dan Tata Musik Terbaik.
7. Janur Kuning (1979)
Janur Kuning menceritakan tentang perjuangan kemerdekaan Indonesia dalam meraih kembali kemerdekaannya yang direbut pasukan sekutu. Janur Kuning mengisahkan seorang perwira muda, Letkol Soeharto, yang meyakinkan Jenderal Sudirman untuk kembali ke Yogyakarta. Film Janur Kuning juga pernah masuk nominasi pada Piala Citra untuk kategori Aktor Pendukung Terbaik.
8. Doea Tanda Mata (1985)
Film Doea Tanda Mata menceritakan kisah dua orang perwira berlatar belakang beda yang berjuang bersama. Film ini diproduksi oleh Cinema Delapan dan Benoa, dengan produser Alfani Wiryawan.
Dalam penggarapannya, tim produksi melakukan riset mendalam untuk mendapatkan informasi terkait kehidupan dan kegiatan di Akademi Militer (Akmil) Magelang kala itu.
9. Tjoet Nja Dhien (1988)
Film Tjoet Nja Dhien merupakan film biografi yang menceritakan tentang perjuangan seorang wanita asal Aceh bernama Tjoet Nja Dhien. Film ini berkisah tentang perjuangan Tjoet Nja Dhien saat melawan penjajahan Belanda pada masa perang Aceh.
Tjoet Nja Dhien berhasil memenangkan Piala Citra sebagai Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 1988. Bahkan, beberapa waktu lalu, film ini direstorasi di Belanda, dan ditayangkan kembali di bioskop.
10. Battle of Surabaya (2015)
Berbeda dengan film lainnya, film bertema perjuangan Indonesia kali ini menggunakan tampilan animasi 2 dimensi. Film animasi Battle of Surabaya ini diproduksi oleh MSV Pictures, dan disutradarai oleh Aryanto Yuniawan.
Battle of Surabaya mengisahkan tentang petualangan Musa. Seorang remaja tukang semir sepatu yang menjadi kurir bagi perjuangan arek-arek Suroboyo pada pertempuran 10 November 1945. Kisah dan animasi apiknya membawa Battle of Surabaya menjuarai berbagai penghargaan film ternama.
Beberapa di antaranya adalah Best Animation di Milan International Film Festival 2017, Best Animation dalam Berlin International Film Festival 2017, Best Animation dalam Nice International Film Festival 2017, dan masih banyak lagi.
Sumber: Suara.com
Tag
Berita Terkait
-
5 Film Bertema Hari Kemerdekaan Indonesia: Ada Soekarno hingga Jenderal Soedirman
-
Rekomendasi Film Drama Korea yang Cocok di Akhir Pekan Bikin Ketawa Ngakak
-
Ngakak! Dikira Pingsan Nonton Film Horor, Penonton Ini Malah Ketiduran di Bioskop
-
5 Soundtrack Film Horor Paling Seram, Ada Pengabdi Setan dan Danur
-
5 Lokasi Syuting Film Horor Indonesia, Rumah Pengabdi Setan 1 Dijadikan Tempat Wisata
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!
-
Kematian Kucing Kesayangan Jadi Pertanda, Kisah Pilu di Balik Pembunuhan Gadis Bogor
-
Jelang Libur Idul Adha, Promo Alfamart Bikin Kalap: Sosis Korea Rp5.900 hingga Kanzler Murah
-
Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras: Nekat Titip Siswa di Sekolah Maung, Kepsek Langsung Dipecat
-
Diduga Gara-gara Kopi, Menantu di Empat Lawang Tega Habisi Ibu Mertua lalu Buang ke Sungai
-
Cekcok Pinjam Uang Rp600 Ribu Berujung Maut, Misteri Jasad Wanita di Pohon Melinjo Terungkap
-
Polisi Ungkap Motif Keji di Balik Temuan Jasad Wanita di Cipocok Jaya Serang
-
PTBA Sabet Diamond PROSPER A IRCA 2026, Perkuat Budaya Kepatuhan dan Tata Kelola
-
Masjid Al Afghani Tak Kunjung Rampung, DPRD Sukabumi Desak Dinas Perkim Transparan Soal Anggaran
-
Review 5 Sepatu Lari Lokal yang Katanya 'Tiru' Brand Luar, Mirip atau Beda Jauh?