Deli.Suara.com - Manajemen Karo United menunggu sikap final PSSI untuk menyelenggarakan secepatnya Kongres Luar Biasa (KLB), buntut tragedi Kanjuruhan, Malang beberapa waktu lalu.
"Sikap kita akan mengikuti keputusan terbaik dari PSSI untuk keberlanjutan Liga dan untuk masa depan sepak bola Indonesia yang lebih baik dan lebih memanusiakan manusia," ungkap Manajer Karo United, Yosephine Sembiring, kepada Deli.Suara.com, Senin (31/10/2022).
Lanjutnya, semoga keputusan PSSI memikirkan semua aspek yang terkait dalam sepak bola, semakin cepat seharusnya semakin baik agar liga terus berlanjut.
"Kami tetap menunggu final dari PSSI yang terbaik. Untuk tim masih berjalan dengan seperti biasa," ucapnya.
Dikatakannya, tim masih berlatih dan melakukan pertandingan melawan klub lokal seperti biasa. Sebab, ia katakan kontrak skuad masih berjalan sampai saat ini.
"Untuk saat ini, belum ada keputusan sifatnya berubah kesepakatan manajenen berjalan sama tanpa terpengaruh apapun.
Kontrak masih perjanjian awal tim dengan manajemen," pungkasnya.
Reporter : Beni Nasution
Berita Terkait
-
KLB Dipercepat Jadi Maret 2023, Anggota Exco PSSI: Ada Tekanan, tapi Bukan Ditodong
-
Akui Ada Tekanan untuk Percepatan KLB, Hasani Abdulgani: Bukan seperti Ditekan Ditodong Pistol
-
2 Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Akan Diautopsi 5 November 2022, Keluarga Sudah Setuju
-
Anggota Exco PSSI Hasani Abdulgani Akui Ada Tekanan untuk Percepat KLB
-
5 November Jenazah Korban Kanjuruhan Diautopsi, Libatkan 6 Dokter Forensik
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Harga Emas Bisa Cetak Rekor Tertinggi, Analis Ungkap Faktor Penyebabnya
-
6 Pemain Ini Pasti Dicoret John Herdman Jelang FIFA Series 2026
-
Penjaga Waktu Sahur
-
DPRD DKI Minta Seluruh Bus Transjakarta Dipasang Kamera Pendeteksi Sopir Ngantuk
-
Berkat Kolaborasi Nasional, Indonesia Trail Run Series Resmi Terbentuk
-
5 Trik Atur Pola Tidur saat Puasa agar Tak Ngeluh Jam Tidur Terganggu seperti Cut Rizki
-
Modus Operandi 'Endless Art Investment Cara Nadiem Diduga Samarkan Aliran Dana Google Chromebook OS
-
Menanti Kebangkitan 'Star Boy', Marselino Ferdinan Berpacu dengan Waktu Pulih dari Cedera
-
Menggugat Adab Membangunkan Sahur: Atas Nama Tradisi, Bolehkah Teriak-teriak?
-
Kasat Narkoba Toraja Utara Diduga Kantongi Rp13 Juta Per Minggu dari Bandar Narkoba