Kabar rencana pertemuan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tengah santer jadi bahasan elite parpol. Rencana itu pun menuai kritikan dari akademisi Rocky Gerung yang menyebut PDIP telah menjilat ludahnya sendiri.
Pernyataan tersebut ia sampaikan melalui gelar wicaranya bersama FNN yang diunggah di kanal Youtube Rocky Gerung pada Minggu (11/6/2023). Rocky menilai niat pertemuan Puan dengan Demokrat tidak sesuai dengan apa yang dulu PDIP ucapkan.
"Ibu Mega yang bilang, melalui Hasto juga bahwa tidak mungkin PDIP bersatu dengan Demokrat. Jadi itu, itu kan sesuatu yang sudah diucapkan, mungkin 2 atau 3 bulan lalu orang masih ingat, apa dasarnya kalau begitu," ujar Rocky Gerung dikutip melalui kanal Youtubenya pada Minggu (11/6/2023).
Dari ucapan tersebutlah ia berpikir mungkin pada dasarnya PDIP sudah menentukan secara final kandidat sebagai bacawapres. Namun dirinya melihat ada ketidak-konsistenan dalam pendekatan politik partai tersebut.
"Berarti ada yang sudah final di PDIP, akan mencalonkan dirinya sendiri dan tidak akan ambil dari pihak lain apalagi Demokrat. Itu karena peristiwa peristiwa sebelumnya, persaingan yang mengarah pada permusuhan Ibu Mega dengan Pak SBY," tutur Rocky.
"Tapi kalau sekarang itu kemudian ditelan kembali, eee liurnya sendiri itu. Itu menunjukan betul tadi ada kepanikan dan apa itu istilahnya kepanikan yang didasarkan pada pertimbangan waktu," imbuhnya.
Ia menganggap langkah dialog PDIP ini tidak menghargai koalisi partai lain dan merupakan langkah yang sangat tidak etis dalam pendekatan partai politik.
"Kubunya Anies ya jelas dari awal Demokrat ada di dalam Koalisi Perubahan. ini PDIP kan tidak ada dalam koalisi perubahan itu," katanya.
"Jadi kelihatannya PDIP ini selalu mau, selain takeover Ganjar diambil dari Jokowi, lalu AHY diambil dari Koalisi Perubahan. Itu kan juga suatu, suatu pikiran yang tidak etis kan hormati aja bahwa AHY itu ada di wilayah Anies ngapain musti direbut lagi dari situ kan," papar dia.
Baca Juga: Alasan Desta Mahendra Pilih Istri Vincent Rompies Jadi Saksi di Perceraiannya
Diketahui, pada pertengahan 2022 Sekjen PDIP Hasto Krisyanto menyatakan bahwa PDIP tidak mau bekerja sama dengan Demokrat. Hasto menjelaskan alasannya, yakni PDIP tidak mungkin melakukan kerjasama dengan pihak yang berseberangan dengan Presiden Jokowi, karena posisi PDIP jelas berada di kubu tersebut. (penulis: Ayuni Sarah)
Berita Terkait
-
Perindo Diam-diam Usulkan Nama Tuan Guru Bajang Jadi Cawapres Ganjar, Begini Respons PDIP
-
Lobi-lobi PDIP Dekati 'Lawan', Setelah AHY Lanjut Surya Paloh
-
Dua Pimpinan Partai Koalisi Perubahan Bakal Bertemu Puan: Setelah AHY, Kini Ada Sinyal Surya Paloh Juga
-
Bertemu dengan Demokrat Dituding Sebagai Upaya Goyang Koalisi Anies, PDIP: Intinya Kita Cuma Buka Pintu Komunikasi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
Terkini
-
Polda Lampung Musnahkan Narkoba Rp264 Miliar, Ratusan Senpi Rakitan Dipotong Habis
-
Lampaui Target Program 3 Juta Rumah, Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan Tuai Pujian
-
Bocah SD Boyolali Diakui NASA, Ahmad Luthfi Langsung Beri Laptop
-
Makin Brutal! Israel Culik 20 Warga Palestina saat Penggerebekan Malam di Tepi Barat
-
Jual Emas hingga Gadai Sertifikat Tanah, Calon Perangkat Desa Pati Bongkar Setoran Rp165 Juta
-
Benarkah Menambah Taman Kota Bisa Mengurangi Gelombang Panas? Ini Temuan Peneliti
-
4 Sepatu 910 Nineten untuk Daily Running, Nyaman dan Empuk Dipakai Latihan Lari
-
Rupiah Akhirnya Bangkit! Ditutup Menguat ke Rp18.073 per Dolar AS
-
Koperasi Desa hingga Pelosok, Mengapa Sekolah Rusak Justru Dibiarkan?
-
Detik-Detik Ibu di Way Kanan Melahirkan di Mobil Akibat Jalan Rusak Parah