Terjangan Pemain Vietnam Nguyen Hong Phuc yang mengenai bagian kepala pemain sayap Timnas Indonesia U23 Haykal Alhafiz hingga benjol.
Kondisi tersebut langsung memicu emosi Bos PSIS, klub tempat Haykal Alhafiz bermain di Liga 1 Indonesia.
"Haykal sudah saya tanya katanya ada benjolan di kepala. Tapi tidak pusing," ungkap CEO PSIS Yoyok Sukawi saat dihubungi Joglo.Suara.com pada Senin (28/8/2023).
Lantaran itu, Yoyok berencana akan memeriksakan kondisi kepala Haykal untuk menjalani MRI.
"Sekarang masih diberi waktu libur dua hari. Nanti kalau anaknya balik Semarang saya bawa ke rumah sakit untuk MRI. Biar dicek sekalian," jelas dia.
Yoyok pun murka dengan kejadian yang menimpa pemainnya. Dari sudut pandangnya, Nguyen Hong Phuc telah menodai sportivitas dalam sepakbola karena sengaja membuat Haykal Alhafiz cedera.
"Ngawur itu pemain," katanya geram.
Bahkan, ia menilai seharusnya AFF dan AFC memberikan sanksi kepada Hong Phuc atas tindakan yang mencederai sportivitas Piala AFF U23 tahun 2023.
Seharusnya AFF dan AFC ngasih sanksi karena di rekaman kamera sudah jelas. Apalagi luput dari hukuman wasit," kecam Yoyok Sukawi.
Baca Juga: Gagal Bawa Timnas Indonesia U-23 Juara Piala AFF U-23 2023, Bagaimana Nasib Shin Tae-yong?
Sejatinya kecaman tidak hanya datang dari Yoyok Sukawi saja, Presiden Madura United Achsanul Qosasi juga murka dengan aksi pemain Vietnam tersebut.
Sebelumnya diberitkan, akun media sosial Hong Phuc ramai dikunjungi netizen Indonesia yang ingin bersilaturahmi ke pemain Vietnam berusia 20 tahun itu.
"Hanya dalam beberapa jam memposting foto untuk merayakan kemenangan, postingan Hong Phuc menerima lebih dari 60.000 komentar, jumlah yang besar," tulis media The Tao247.
Dalam tulisannya, media tersebut menjelaskan banyak komentar negatif yang membanjiri kolom komentar pemain tersebut. Hingga akhirnya, media tersebut menjelaskan bahwa fans Indonesia secara personal menyerang Hong Phuc.
"Fans Indonesia menyerang halaman pribadi Hong Phuc," tulisnya.
The Tao247 mengemukakan, peristiwa pelanggaran fatal tersebut terjadi pada menit 113 saat laga final di babak perpanjangan waktu. Disebutkan, Hong Phuc sempat berselisih dengan salah satu pemain timnya.
"Baik Phuc maupun bek Haykal Alhafiz sama-sama berebut bola di tepi situasi ini."
Namun, bek Vietnam itu melompat tinggi dan menyentakkan sikunya ke belakang hingga membentur kepala lawan.
"Setelah situasi tersebut, pemain Indonesia tersebut kesakitan dan harus meminta bantuan dokter untuk merawatnya dan keluar untuk istirahat sejenak sebelum kembali bermain."
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi