Penampilan apik Turkmenistan menenggelamkan perlawanan China Taipei dalam putaran babak kualifikasi Piala Asia U23 di Stadion Manahan, Kota Solo pada Rabu (6/9/2023) lalu menjadi perhatian bagi pemain dan pelatih Timnas Indonesia.
Dalam pertandingan perdana Grup K tersebut, Turkmenistasn berhasil menang besar 4-0 atas China Taipei. Pemain belakang Timnas Indonesia, Elkan Baggott yang menyaksikan pertandingan tersebut pun mengungkap ada satu pemain yang berbahaya dan patut diwaspadai pertahanan belakang Timnas.
"Turkmenistan kemarin menang dengan jumlah gol yang banyak, dan mereka punya pemain berbahaya, nomor 11 (Shamammet Hydyrow), jadi kita harus waspada dan hati-hati dalam bermain melawan mereka," kata Elkan melalui situs PSSI.
Perkataan Elkan Baggot bukan tanpa alasan, Shamammet Hydyrow berhasil menciptakan hattrick dalam pertandingan tersebut. Gol pertama dicetaknya saat laga memasuki menit ke-25.
Ia berhasil menggandakan golnya pada pada menit 62. Bahkan, berselang 16 menit kemudian berhasil menciptakan gol ke gawang China Taipei, tepatnya di menit 78, sekaligus menjadi penutup kemenangan Turkmenistan dengan skor 4-0.
Mengutip Livesport, Shamammet Hydyrow merupakan pemain depan yang saat ini memperkuat Kopetdag Asgabat di liga utama negaranya.
Lahir pada 20 Januari 2001, Shamammet sendiri sebelum bermain di Kopetdag memperkuat Altyn Asyr.
Dia memulai debut internasional bersama Timnas Turkmenistan U23 saat melawan Uzbekistan pada Juni 2022 di Piala Asia U23 Tahun 2022 silam.
Saat itu, Turkmenistan kalah 1-0, sejak saat itu ia terus bersama timnas Turkmenistan yang telah menjalani empat pertandingan di babak grup Piala Asia 2022 silam.
Baca Juga: Jelang Indonesia Jamu Turkmenistan, Elkan Baggot: Nomor 11 Berbahaya
Kala itu, Turkmenistan berada satu grup dengan Uzbekistan, Australia, dan Iran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Gen Z dan Tradisi Ramadan yang Mulai Bergeser: Nilai Lama vs Gaya Baru
-
Setelah Affan Kurniawan, Pelajar Ini Menyusul Gugur di Tangan Aparat: Kapan Trauma Ini Berakhir?
-
Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
-
Kritik Dibungkam atas Nama HAM: Salahkah Rakyat Menentang MBG?
-
Tren Pelihara Kucing Makin Naik, Nutrisi Anabul Jadi Perhatian Utama
-
Jesus Casas Batal Latih Timnas Indonesia Berlabuh ke Klub yang Pernah Repotkan Persib Bandung
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Diprediksi Habiskan Uang LPDP Hampir Rp6 Miliar!
-
Sebut Dakwaan Jaksa Tidak Terbukti, Kerry Riza Minta Pembebasan dan Pengembalian Aset
-
Apakah Makan dan Minum Membatalkan Wudhu? Simak Penjelasan Hukum Fiqihnya
-
Rp986 Miliar vs Rp11 Triliun, Bodo/Glimt Bukti Si Kecil Bisa Menang Besar