Timnas Palestina resmi mengundurkan diri dari Piala Merdeka 2023 yang rencananya digelar Oktober 2023. Dampaknya kejuaraan ini hanya diikuti tiga peserta saja.
Pengunduran diri Timnas Palestina dari Piala Merdeka 2023 ini usai terjadinya perang antara Hamas dan Israel di Palestina.
Rencana awalnya turnamen Piala Merdeka akan diikuti oleh empat negara saja. Yakni Palestina, India, Tajikistan dan tuan rumah Malaysia.
Dengan mundurnya Timnas Palestina, pastinya turnamen ini akan melakukan perubahan format. Terlebih kini hanya diikuti oleh tiga peserta saja.
"Pasukan Palestin terpaksa menarik diri daripada menyertai edisi ke-42 ini kerana tidak dapat terbang ke Kuala Lumpur ekoran situasi tegang di negara berkenaan ketika ini," tulis Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) dalam situsnya.
Dikutip dari Bolatimes.com, alasan pengunduran diri Timnas Palestina ini karena mereka tidak bisa melakukan perjalanan ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Terlebih kini situasi negara mereka sedang memanas berlangsung perang antara Hamas dengan Israel yang membahayakan warga Palestina.
Sebelumnya Timnas Palestina telah dijadwalkan untuk melakukan laga perdananya di Piala Merdeka 2023 melawan Tajikistan pada 13 Oktober 2023 mendatang.
Sedangkan laga tuan rumah Malaysia akan menghadapi India di malamnya usai Timnas Palestina melawan Tajikistan.
Sedangkan para pemenangnya akan dijadwalkan saling berhadapan dalam pertandingan final untuk merebutkan trofi Piala Merdeka 2023 pada 17 Oktober 2023.
Namun dengan mundurnya Timnas Palestina, kini format pertandingannya akan berubah. Juga semakin meningkatkan persaingan antar tiga negara tersebut.
Malaysia, India, dan Tajikistan, akan bersaing untuk meraih gelar juara dan membawa pulang trofi bergengsi Piala Merdeka 2023 ke negara mereka masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim