Suara Denpasar- Kiper Timnas Indonesia U-19 Cahya Supriadi harus dilarikan ke rumah sakit dengan ambulans yang standby di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya Jumat malam.
Kondisinya sempat membuat kuatir para pemain dan seluruh suporter yang menonton langsung di stadion maupun di layar TV.
Cahya Supriadi sempat tidak banyak memberikan banyak gerakan atau respon dari tim medis yang menghampirinya.
Cidera benturan sesama pemain Timnas Indonesia itu membuat kepalanya kena hantaman kaki bek timnas Indonesia secara tidak sengaja.
Bukan hanya tim medis dan pemain Indonesia yang cepat merespon, pemain Timnas Hongkong yang menjadi lawan dalam laga kemarin juga memberikan respon cepat dengan meminta mobil ambulans menjemput sang kiper.
Lalu bagaimana kondisi terkini Cahya Supriadi? Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong (STY) memberikan kabar baik atas kondisi Cahya Supriadi.
Dia memastikan sesaat setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit terdekat, Cahya Supriadi dalam kondisi baik.
Cahya Supriadi kata STY langsung dia hubungi via panggilan video call.
“Sebelum masuk ke ruang konferensi pers usai pertandingan, saya sudah video call dengan Cahya. Syukurlah, dia baik-baik saja,” ujar STY di Surabaya, Jumat malam.
Baca Juga: Futsal Indonesia Menang Telak atas Korsel, Netizen: STY Nangis Lihat Ini
Dalam dua laga yang dijalani Cahya Supriadi tampil baik dengan tanpa kebobolan.
Namun aksinya harus disudahi kala laga memasuki babak kedua pada menit 56 karena tabrakan dengan bek sendiri.
Kiper asal Persija Jakarta tersebut, dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mengantisipasi hal-hal lebih serius.
“Dia memang sempat mendapat perawatan medis di rumah sakit, tapi sudah dalam proses keluar dan kembali bersama tim,” ujar pelatih berkebangsaan Korea Selatan tersebut. *
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA