Suara Denpasar - Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali V tahun 2023 mengambil tema "Segara Kerthi: Campuhan Urip Sarwa Prani" yang dimaknai sebagai altar pemuliaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali untuk memaknai laut sebagai awal dan akhir kehidupan segenap makhluk.
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Gede Arya Sugiartha mengatakan, saat ini melalui dinas kebudayaan Provinsi Bali pihaknya sedang berupaya untuk terus meningkatkan penggunaan bahasa Bali melalui lomba dan sosialisasi di sekolah, lembaga pemerintahan, dan sampai desa adat di kampung-kampung.
Hal itu bertujuan untuk melestarikan bahasa Bali agar menjadi bahasa ibu di rumahnya sendiri.
"Sekarang ini penyelenggaraannya tidak hanya di Provinsi, tapi lebih kepada desa adat, Kelurahan, di sekolah-sekolah. Tujuannya biar bahasa Bali tidak hanya menjadi program yang sifatnya tentatif, akan tetapi harus berkesinambungan.
Jadi sekarang ini kita lebih fokus pada tujuan yang semestinya, yaitu agar bahasa Bali menjadi bahasa ibu di rumahnya sendiri," ujar I Gede Arya Sugiartha saat dihubungi denpasar.suara.com, Rabu, (22/2/2023).
Selain itu, I Gede Arya Sugiartha mengatakan saat ini tim penyuluhan sebanyak 669 orang yang sudah turun ke desa-desa untuk melakukan sosialisasi kepada orang tua, secara khusus bagi keluarga muda agar tetap berkomunikasi dengan anak menggunakan bahasa Bali di rumah.
"Tim kami ada 669 yang sudah terjun ke desa-desa untuk melakukan penyuluhan bahasa Bali. Tim itu yang menginisiasi perayaan-perayaan di sekolah dan desa itu.
Nah dalam penyuluhan itu kita harapkan agar sejak kecil anak-anak sudah dibiasakan berkomunikasi dengan bahasa Bali saat di rumah. Di sekolahan sudah berbahasa Indonesia, kemudian diajarkan bahasa-bahasa asing, itu baik adanya akan tetapi bahasa Balinya jangan dilupakan," tegas Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali I Gede Arya
Lebih lanjut, kata Gede Arya Sugiartha bahwa saat ini bahasa Bali sudah masuk dalam kurikulum ditingkatkan SD, SMP, SMA/SMK. Pihaknya sedang berupaya agar bahasa Bali juga dapat diajarkan di tingkat perguruan tinggi di Bali. (*/Dinda)
Baca Juga: LP2K Dukung Pertamina Bisa Tentunkan Sendiri Harga BBM Nonsubsidi, Ini Alasannya
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
5 Serum Tranexamic Acid Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Membandel
-
Dari OOTD Pagi sampai Midnight Vibes, Galaxy A37 5G Bikin Konten Tetap Estetik Seharian
-
Film Anime Mononoke 3 Rilis Trailer Baru, Siap Tayang Mei 2026 di Jepang
-
Tren Pet Parenting Meningkat, PAW Expo 2026 Jadi Destinasi Wajib Pecinta Anabul
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
Wajah Mbappe Berdarah! Arbeloa Ngamuk ke Wasit usai Real Madrid Ditahan Girona
-
Terpopuler: HP Snapdragon Paling Murah hingga Google Luncurkan Search Live
-
Luka dari Meurawoe: Membaca Aceh Pasca-DOM dalam Bayang Suram Pelangi
-
West Ham Kirim Tottenham Hotspur ke Zona Degradasi usai Bantai Wolves 4-0
-
4 Toner Black Rice, Rahasia Kulit Cerah dan Lembap tanpa Terasa Lengket!