Suara Denpasar - Buya Yahya, menyatakan bahwa menonton video dewasa bersama pasangan merupakan tindakan kebodohan. Pernyataan ini mengemuka dalam salah satu ceramahnya yang disampaikan kepada ribuan jamaah di sebuah masjid.
Dalam pandangan Buya Yahya, pornografi adalah suatu bentuk kejahatan moral yang dapat merusak hubungan suami istri dan memicu konsekuensi negatif dalam kehidupan berumah tangga.
Ia menegaskan menonton video porno bersama pasangan, menurutnya, justru akan merusak komunikasi dan kepercayaan di antara keduanya. Menurutnya, menonton video dewasa dengan pasangan dapat memicu fantasi yang tidak realistis.
"Khayalannya akan rusak, karena ia akan bandingkan istriku tidak seperti yang kulihat dan suamiku tidak seperti yang kulihat, tersiksa,” tandas Buya Yahya dikutip dari Short YouTube @jundallahtv, Selasa (23/5/2023).
Dalam konteks kebudayaan modern, di mana akses terhadap konten pornografi semakin mudah melalui internet, memang menjadi tantangan yang dihadapi oleh pasangan suami istri. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan berumah tangga.
"Jika seorang laki-laki mengajak istrinya untuk menonton video porno itu merupakan suatu kebodohan. Karena secara tidak langsung, laki-laki tersebut menunjukkan kepada istrinya bahwa ia tidak begitu hebat," tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123