Suara Denpasar - Banyak hal yang sudah dijalankan oleh Kuwu Edan, panggilan akrab untuk Kepala Desa atau Kuwu Saguling, Beregbeg, Ciamis, Jawa Barat, Otong Sutarman untuk kemajuan desanya. Dalam bincang-bincang dengan Dedi Mulyadi.
Kuwu Edan bercerita banyak hal, terkait pengalamannya sebagai kepala desa. Dari yang lucu sampai dengan yang serius.
Pembicaraan itu terekam dalam kanal youtube Kang Dedi Mulyadi dikutip denpasar.suara.com, Senin 29 Mei 2023.
Diawali dari kisah lucu dan unik Kuwu Edan yang tidak paham membayar tol. Sebenarnya, Kuwu Edan ketika itu membawa uang Rp 100 ribu.
Namun, tidak membawa e-tol atau uang elektronik karena memang tidak paham. Jadi, dia pun kebingungan ketika petugas tol menolak pembayaran uang tunai.
"Itu namanya uang elektronik," begitu jawab Kang Dedi kepada Kuwu Edan yang disambut tertawa.
Untung petugas tol baik hati dan memberikan rombongan Kuwu Edan lewat. "Untung pakai ambulance desa," sahut Kuwu Edan ambil tertawa dalam obrolan berbahasa Sunda itu.
Selain itu, mereka juga membahas soal Sustainable Development Goals atau SDGs adalah tujuan pembangunan berkelanjutan yang disusun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh dunia.
Salah satunya terkait soal anak sekolah dan pasangan kumpul kebo yang bisa ditanggulangi oleh Kuwu Edan dalam memimpin Sangguling.
Baca Juga: Rahasia Terbesar Prabowo soal Sepak Bola Diungkap Dedi Mulyadi
Kang Dedi juga mengingatkan soal kumpul kebo yang marak harus terus ditekan. Sebab, sangat merugikan anak yang dilahirkan nanti.
Sebab, akan kesulitan mengurus akte hingga mendapat layanan fasilitas kesehatan dan pendidikan.
Tak beberapa lama bercakap-cakap serius, tampak Kuwu Edan kelelahan dan ankhirnya tertidur di dalam mobil. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim