Suara Denpasar – Dalam dunia sepakbola ranking FIFA menjadi perhatian semua negara yang menginginkan untuk bergabung dalam kompetisi bergengsi Piala Dunia.
Beredar berita mengejutkan yang diunggah oleh kanal YouTube Info Intelijen dengan judul “Tak Cuma Disanksi dan Didenda!! FiFA Juga Turunkan Ranking Timnas Malaysia ke Paling Terendah”.
Video yang berdurasi 5 menit 1 detik itu diunggah pada 28 Juli 2023 dan mendapatkan lebih dari 44 ribu views.
Narator menceritakan bahwa dirilis dari ranking terbaru FIFA pada bulan Juli 2023, peringkat Malaysia berada tepat di atas Timor Leste, sementara Indonesia berada jauh diatas Malaysia.
Diinformasikan bahwa Malaysia sempat naik pada posisi 136 setelah menang 4-1 atas kepulauan Solomon dan 10-0 atas Papua NUgini pada ajang FIFA match day belum lama ini. Namun setelah resmi kena sanksi FIFA, Malaysia turun peringkat ke 196.
Apakah berita tersebut benar?
Cek Fakta
Dilansir dari laman Cavpo, Malaysia menempati ranking FIFA 136, naik 1 tingkat pada update 20 Juli 2023, bukan mengalami penurunan sebagaimana disampaikan dalam video. Sementara Indonesia ada di peringkat 150 yang berada di bawah Malaysia.
Dikutip dari Wikipedia, Komite Disiplin FIFA pernah memberikan sanksi kepada Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) pasca kericuhan penonton yang menyebabkan ditinggalkannya pertandingan kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018 Rusia antara Malaysia dan Arab Saudi pada Sabtu 8 September.
Baca Juga: Top Skor Pekan Ke-5 Liga 1 2023/2024, Persib Bandung dan PSIS Semarang Unjuk Taring
Panitia juga memutuskan untuk mengenakan denda sebesar 40.000 franc Swiss (180.000 ringgit Malaysia) dan mengeluarkan FAM dengan peringatan.
Memang benar Malaysia pernah kena sanksi FIFA, namun sudah lama terjadi. Sehingga tidak menyebabkan rangking FIFA Malaysia pada Juli 2023 ini menurun.
Jadi video yang menyatakan jika pada bulan Juli 2023 Malaysia turun peringkat dan disanksi FIFA adalah berita hoaks.(*/Rizal)
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Rio Fahmi Yakin Persija Berkembang Usai Kalah dari Persebaya di Piala Presiden 2026
-
Tito Mohon-mohon ke Purbaya Minta Cairkan Tambahan Anggaran Rp 6 T buat Pemulihan Sumatra
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Shin Tae-yong Maklumi Persija Kalah di Laga Perdana Piala Presiden 2026
-
Industri Kreatif Bergeser, Strategi Kampanye Tak Lagi Cukup
-
Ekonom UGM Endus Pola Penggusuran 'Orang Jokowi' di Balik Mundurnya Gubernur BI
-
RI Lobi AS Agar Sawit Bebas Tarif Section 301, Airlangga: Kami Minta Dikecualikan
-
KPK Periksa SF Hariyanto, Eks Ketua KPID Riau hingga Anggota Dewan
-
Teka-teki Kematian Sutrimo, DPR Minta Polisi Tak Sisakan Spekulasi
-
Ketimpangan Relasi Kerja: Mengapa Loyalitas Hanya Berlaku Satu Arah?