Suara Denpasar – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir membantah bahwa pemain lokal akan kalah bersaing dengan pemain naturalisasi di skuad Timnas Indonesia setelah PSSI disebut bakal melakukan naturalisasi terhadap 150 pemain.
Erick Thohir menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar dan menyesatkan bagi publik pecinta sepakbola Indonesia.
Eks Bos Klub Serie A Italia, Inter Milan itu menjelaskan proses naturalisasi pemain melalui prosedur dan beberapa pertimbangan dan tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Secara tegas Erick Thohir menyebut kabar tersebut adalah fitnah yang dapat merusak citra PSSI dan juga Timnas Indonesia.
“Satu hal yang jelas unggahan soal 150 pemain dinaturalisasi adalah sebuah berita bohong, fitnah yang tidak masuk akal,” ujar Erick Thohir dilansir dari laman Suara.com, Sabtu (18/11/2023).
Ia menduga kabar bohong tersebut sengaja dihembuskan oleh oknum yang tak bertanggung jawab disaat euforia terhadap Timnas Indonesia cukup tinggi akhir-akhir ini.
Seperti diketahui Timnas Indonesia U-17 mentas di Piala Dunia U-17 sementara Timnas Indonesia senior melakoni laga putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dan persiapan menghadapi Piala Asia 2023 pada Januari 2024.
Namun, kabar bohong tersebut juga bisa diduga sebagai bentuk kekecewaan setelah Timnas Indonesia U-17 memiliki kans kecil untuk lolos ke babak 16 besar Piala Dunia U-17 2023 setelah takluk 1-3 dari Maroko di laga terakhir Grup A.
Sedangkan Timnas Indonesia senior menderita kekalahan telak 1-5 dari Irak di laga perdana putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Baca Juga: Enggan Santai Nikmati Jeda Kompetisi, Pemain Rp 4,78 Miliar Punya Misi Pribadi
Erick Thohir pun menyayangkan tindakan oknum yang menyebarkan berita bohong tersebut karena bisa menganggu konsentrasi pemain dan juga membuat gaduh publik penikmat sepakbola nasional.
“Hal yang patut disayangkan adalah pihak yang tak bertanggung jawab sengaja menyebar kabar bohong yang bernada provokatif itu jelas-jelas memiliki niat tak baik,” pungkasnya. (*/Dinda)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
9 Tersangka Kasus Pembunuhan Anggota Polisi di Katingan Ditangkap
-
Anti Kusam dan Keriput: 5 Facial Wash Melembapkan untuk Usia 40-an
-
Rekam Jejak Rudi Margono Plt Jampidsus Baru, Eks Jaksa KPK Pernah Bongkar Kasus Jiwasraya-Asabri
-
Regulasi Cuti dan WFA ASN Pada Hari Pertama Sekolah
-
Ketika Negara Tidak Kompak, Rakyat Harus Apa?
-
Khofifah Sambut 152 Siswa ADEM Papua di Jatim, Tegaskan Komitmen Cetak SDM Unggul
-
Emas Antam Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Cek Rincian Harga di Pegadaian Hari Ini
-
Validasi Sosial Mengalahkan Literasi: Mengapa Kita Lebih Takut Kusam daripada Bodoh?
-
Manggala Agni 'Gempur' Karhutla Seluas 7 Hektare di Rokan Hilir
-
Drama Study Group, Ketika Hierarki Sekolah Ditentukan oleh Kekuatan Fisik