/
Selasa, 12 Juli 2022 | 16:18 WIB
Instagram wejangan Gus baha

Depok.suara.com, Maraknya pemberitaan masalah tindak asusila yang kerap menimpa santriwati kian menjadi berbagai kalangan, terlebih, dengan adanya kasus tindak asusila yang dilakukan Subchi Azal Tsani alias Bechi anak seorang pengasuh pondok pesantren yang sempat viral baru baru ini.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber bahwa kasus semacam itu ternyata bukan hal yang baru terjadi.
Fenomena  tersebut sudah lama terjadi di lingkungan pesantren dan sudah banyak pelaku yang ditangkap dan diproses hukum. 

Kasus tersebut kembali mencuat dan ramai lantaran tindakan Bechi yang dianggap tak kooperatif sehingga membuat polisi melakukan penjemputan paksa dengan mengerahan ratusan personel.

Ditengah ramainya kasus tindakan asusila terbut, ramai di media sosial terkait ceramah Kiai Ahmad Bahauddin Nursalim alias Gus Baha mengenai kiai mencabuli santri. 

Menarik nya, dalam sebuah tayangan akun YouTube Santreh Kopengan, Gus Baha menceritakan sering ditanyakan mengenai fenomena tersebut.

Ketika ditanya fenomena itu, jawaban Gus Baha sungguh tidak terduga.Namun tak sampai disitu, Gus Baha lantas membeberkan detail terkait masalah jawabannya itu.

Dalam teyangan tersebut, Ketika ditanya fenomena itu Gus Baha menjawab itu bagus, sontak setelah mendengar hal tersebut para mahasiswa merasa heran dan aneh mengapa Gus Baha malah menjawab bagus.

"Itu bagus kata saya," cerita Gus Baha. 
"Itu menunjukkan bahwa Islam itu masih benar. Jadi kekuatan teks samawi itu masih kuat mengalahkan kultus. Harusnya kamu syukur," lanjut Gus Baha. 

Lebih lanjut Gus Baha mengatakan, Coba sekarang begini, kiai menghamili santrinya, jatuh apa gak? Jatuh.

Baca Juga: Konawe Utara Waspada Banjir karena Curah Hujan Tinggi Beberapa Hari Terakhir

"Itu masih bagus buat umat Islam karena masih mempercayai teks Qur'an bahwa zina itu haram. Isinya Islam itu kan Quran dan hadis," kata dia lagi.

Justru yang bahaya, lanjut Gus Baha, ketika ada kiai zina, umat Islam malah mengalahkan Qur'an dengan menganggap kejadian seperti itu tidak apa-apa karena dia seorang kiai. 

"Cara Quran, orang harus iman ke Quran titik. Ga ada dalam Quran orang itu iman ke kiai. Quran mengatakan zina itu haram, ya sudah, yang melakukan zina, jatuh. Berarti umat Islam masih meyakini teks (Qur'an)," ujarnya.

"Ya soal kita cemas, artinya kita sebagai sama-sama santri, menyayangkan. Tapi jangan kamu pertaruhkan Islam rusak. Islam ga apa-apa, baik-baik saja. Bolak-balik kejadiannya, Islam baik-baik saja," lanjutnya lagi.

Justru, kata Gus Baha, umat islam harus bangga dengan perasaan seperti itu karena masih meyakini Alquran daripada kiainya.  

"Justru anda harus bangga terhadap perasaannya umat Islam masih menghormati Quran artinya yakin betul daripada ke kiainya. Yang dosa kan kiainya, umat Islam baik-baik saja. Nyatanya langsung jatuh kiainya," pungkasnya. 

Sumber: Lampung.suara.com

Load More