Depok.suara.com - Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Susi menjadi sosok yang disorot dalam persidangan Brigadir J Senin (31/10/2022). Dirinya yang dihadirkan sebagai saksi malah dianggap memberikan keterangan palsu.
Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso memberikan beberapa pertanyaan kepada Susi seperti soal profil terdakwa Kuat Ma'ruf. Dirinya bertanya apa sebenarnya pekerjaan yang dilakukan Kuat di rumah Sambo.
"Kuat itu sebagai apa di rumah?" tanya Wahyu ketika Susi tiba-tiba mengungkit peran Kuat di salah satu kesaksiannya, dikutip Suara.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin (31/10/2022).
Tidak langsung menjawab, Susi memerlukan waktu yang cukup lama untuk berpikir.
"Saya tidak tahu yang mulia."
Ternyata jawaban itu membuat beberapa pihak tersenyum sinis, tidak terkecuali Bharada E dan kuasa hukumnya, Ronny Talapessy. Hal ini terlihat dari ekspresi Bharada E yang langsung menundukkan kepalanya, sementara Ronny tak kuasa menahan tawanya sampai harus ditutupi dengan tangan.
Karena jawaban tersebut membuat Hakim Wahyu langsung mengonfrontir lebih lanjut, "Saat saudara masuk bekerja, sering melihat saudara Kuat?"
"Saya dulu masuk di (rumah) jalan Bangka, 2020, nggak ada sebulan om Kuat kena Covid. Masuk lagi ke rumah Saguling, langsung ke Magelang," jawab Susi.
Kepada majelis hakim Susi mengaku tidak pernah bertemu dengan Kuat Ma'ruf selepas mengalami Covid. Hingga Kuat muncul lagi pada Lebaran tahun lalu dan sedianya dipekerjakan di rumah Saguling, tetapi kemudian kembali ditugaskan di rumah Magelang.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Tak Akan Ikut Campur pada KLB PSSI
"(Kuat Ma'ruf) masuk ke Saguling terus sama Ibu disuruh ke Magelang," tutur Susi.
"Bekerja di Saguling, apa pekerjaan Kuat sehari-hari?" tanya Wahyu yang kembali mencecar Susi.
(Kuat Ma'ruf) belum sempat kerja di Saguling."
"Oh belum sempat bekerja tiba-tiba langsung disuruh ke Magelang?"
"Siap yang mulia."
Susi juga mengaku tidak tahu apakah Kuat sering diajak ke rumah di Jakarta. Pasalnya Kuat semestinya ditempatkan di rumah Magelang, tetapi pada hari eksekusi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dia justru ikut ke Jakarta sampai turut menjalani isolasi mandiri di rumah Duren Tiga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 30 Wakil Menteri Rangkap Jabatan Jadi Komisaris BUMN, Ini Daftar Namanya
- Petinggi FPI Novel Bamukmin Ditunjuk Jadi Komisaris Hotel Indonesia Natour
- 'Daripada Liburan Mending Melawan', Ibu-ibu di Jogja Geruduk Bundaran UGM Gugat Kebijakan Korup
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Running Asics Diskon di Sports Station, Potongan Harga hingga 64 Persen
Pilihan
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
Terkini
-
BRI Bersinergi Dengan Danantara Pacu Ekonomi Kerakyatan, Laba Naik dan Dividen Tertinggi
-
5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
-
BRI di Bawah Danantara Tebar Dividen Rp52,1 Triliun, Transformasi Makin Kuat
-
Review Petaka Gunung Welirang: Horor Pendakian Masih Menarik atau Sekadar Formula Usang?
-
4 Rekomendasi Sepeda Statis di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Olahraga hingga Terapi Orang Tua
-
Deretan Orang Dekat Raffi Ahmad Duduki Kursi Direksi dan Komisaris BUMN, Ini Daftar Jabatannya
-
Berapa Tinggi Empire State Building? Angela Nikolau and Ivan Kuznetsov Nekat Lamaran di Puncaknya
-
BRI dan Danantara Perkuat Transformasi, Dividen Jumbo Capai Rp52,1 Triliun
-
BRI dan Danantara Perkuat Sinergi, Kinerja Solid Dukung Program Strategis Nasional
-
Dari Kreator Konten ke Pebisnis, Begini Perjalanan Karier Acil Bintangnya Parfum