Depok.suara.com - Kaesang Pangarep sedang hangat dibicarakan oleh netizen setelah pendukung Ganjar Pranowo bernama Relawan Ganjar Pranowo (GP) Center mendeklarasikan putra Presiden Joko Widodo itu ikut pemilihan kepala daerah atau Pilkada Depok 2024.
Meski demikian, Relawan Ganjar Pranowo mengaku belum berbicara langsung dengan Kaesang Pangarep soal deklarasi calon Wali Kota Depok.
"Jadi, dari internal kami sudah mengomunikasikan hal tersebut kepada Mas Gibran-nya terlebih dahulu," tutur Ketua Harian DPP GP Center Thomas Djunianto di Depok, Sabtu (1/4/2023), seperti dilansir Kompas.com.
Dia menganggap kalau deklarasi Kaesang ini didukung oleh warga Depok maka GP Center akan berkomunikasi langsung dengan suami Erina Gudono itu.
"Kami lihat di lapangan seperti apa yang terjadi, setelah itu kami serahkan ke Mas Kaesang kembali," ujar dia.
Kaesang sendiri, kata Thomas, belum memberikan komentar soal deklarasi calon walikota Depok dengan alasan belum ada sinyal politik dari petinggi PDIP.
"Mas Kaesang belum mengeluarkan statement, kan yang berhak mencalonkan calon wali kota ini kan adalah partai," tuturnya.
Sebagian netizen ada yang mendukung deklarasi Kaesang maju di pilkada Depok 2024.
"Boleh lah siapa aja, asal jangan PKS terus di depok. Bosen bener," tulis netizen.
Baca Juga: Soal Kaesang Bakal Nyalon Jadi Walikota Depok, Ketua GP Ansor: Jika Itu Benar Kami Siap Dukung
"Kalau disuruh milih antara Kaesang atau PKS, ya jelas pilih Kaesang sih wkwk. Tapi masalahnya Kaesang belum punya pengalaman apapun dan dia juga pernah bilang gak akan terjun ke politik. Jadi kalo bisa sih ada calon lain yg lebih ideal, yg penting bukan PKS lah," tulis lainnya.
Sementara, ada juga netizen yang tidak setuju Kaesang jadi calon Walikota Depok dengan alasan kelahirannya bukan di Depok..
"Yang lain dulu aja , kasih orang orang yang kelahiran Depok , masih banyak orang orang pinter dari Depok," tulis netizen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
21 Ribu Warga Yogyakarta Terdampak Perubahan Desil, Wali Kota Siapkan Refocusing Anggaran
-
Doa Shin Tae-yong: Semoga Ada Solusi Terbaik buat Jakmania dan Manajemen Persija
-
Persib Bandung Wajib Waspada! Teja Paku Alam Ungkap Ancaman Serangan Balik Manila Digger
-
Bisikan Sang Ayah Bikin Agil Bangkit, Mahasiswa UT Ini Raih Podium Campus League
-
Penanganan Karhutla Jangan Cuma Hitung Luasan, Pakar UGM Soroti Habitat Satwa
-
Kader PDIP Jadi Tersangka Kasus Intimidasi Dokter Icha di NTT, Hasto Buka Suara
-
Tangis Pecah Gus Yahya, LPJ PBNU 2021-2026 Diterima Muktamar ke-35 NU
-
Penuhi Panggilan sebagai Saksi, BPKH Tegaskan Komitmen Dukung Penegakan Hukum
-
Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Lokasi Parkir Merdeka Run 81 Tahun Indonesia Besok
-
Geger Skandal Sekpri vs Wabup Sumedang: Rumah Dinas Jadi Sorotan, Pemprov Turun Tangan