DPR / news
Fabiola Febrinastri | Restu Fadilah
Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon saat Webinar Enforcing Measures to Combat Bribery: Comparative Analysis on the Anti-Bribery Legislations (UK and Southeast Asia), di Bogor. (Dok: DPR)

Suara.com - Ketua BKSAP DPR RI Fadli Zon menegaskan bahwa sikap dan tindakan anti korupsi harus dibiasakan sejak kecil dan pendidikan menjadi salah satu kunci untuk membentuk karakter jujur dan menumbuhkan integritas. Hal tersebut disampaikan Fadli usai Webinar Enforcing Measures to Combat Bribery: Comparative Analysis on the Anti-Bribery Legislations (UK and Southeast Asia), di Bogor Jawa Barat, Kamis (23/9/2021).

“Korupsi jangan sampai menjadi budaya, harus dibiasakan dari kecil salah satunya melalui pendidikan yaitu kita harus jujur, kita harus punya integritas, tidak boleh nyontek. Sering kali nyontek itu di kita dianggap sebagai hal yang lazim, hal yang biasa, padahal di negara-negara tertentu nyontek itu suap,” ungkap Fadli Zon.

“Kadang-kadang di kita ini, nyontek itu kan untuk mencari nilai yang bagus dengan segala cara dan ini yang tidak boleh. Menurut saya yang membentuk karakter seseorang itu dari apa yang dia katakana sehari-hari, apa yang dia lakukan sehari-hari yang menjadi kebiasaan dan kemudian menjadi karakter,” ungkap Fadli Zon.

Lebih lanjut Fadli Zon menegaskan, pendidikan menjadi peran penting untuk menciptakan, untuk mengkondisikan karakter anak-anak hingga dewasa dan di berbagai bidang termasuk dipemerintahan dan parlemen.

Baca Juga: Cegah Corona Varian Mu, Komisi IX Usul Pemisahan Jalur Kedatangan di Soetta

“Jadi nyontek itu salah satu kebiasaan atau perilaku yang harus kita hindari, karena dari sinilah orang akhirnya terbiasa untuk melakukan hal-hal seperti (korupsi) ini di berbagai bidang ketika mereka sudah dewasa di profesi mereka masing-masing,” tegas politisi Partai Gerindra tersebut.

Komentar