Suara.com - Emma Fauziah, ibunda Vicky Prasetyo, ternyata masih menyimpan kekesalan terhadap penyanyi dangdut Zaskia Gotik karena belum juga mengembalikan cincin tunangan.
“Cincin belum (dikembalikan), kalau mobil saya yang ambil. cincinnya ambilin dong,” kata Emma yang meminta awak media ambilkan cincin yang berada di tangan Zaskia saat diwawancarai di Studio AD, Jalan Simatupang, Jakarta Selatan, Kamis (13/11/2014).
“Biasanya ya, kalau orang kampung itu tunangan gak jadi seserahannya dibalikan, biasanya seperti itu,” kata Emma menyindir si ‘Goyang Itik’ itu
Cincin tunangan itu disematkan ke jari manis Zaskia oleh Vicky di acara lamaran yang digelar tempat mewah, yaitu di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, 2 September 2013.
Tak hanya hotel yang mewah, Zaskia pun saat itu mengenakan gaun laksana putri kerajaan bernama Golden Princess rancangan Ayok Dwipancara. Gaun tersebut diperkirakan oleh Ayok seberat 25 kilogram.
Rencana pernikahan pun hancur lebur ketika Vicky ditangkap tim Kejaksaan Negeri Cikarang di Hotel Santika Taman Mini Indonesia Indah (TMII), 6 September 2013 sekitar pukul 16.30 WIB.
Pemilik nama asli Hendriyanto itu ditangkap karena kasus pemalsuan surat tanah seluas 2.954 meter per segi senilai Rp 1 miliar milik ahli waris Nyoih Binti Entong.
Usai menjalani hukuman vonis 1 tahun 6 bulan. Vicky yang mendapat potongan masa hukuman itu bebas pada 8 November lalu, namun nahas ia langsung ditangkap polisi dari kesatuan Polres Bekasi di depan gerbang Lembaga Pemasyarakatan Bulan Kapal, Bekasi Timur, Jawa Barat.
Vicky dan ayah kandungnya Hermanto berada masih berada di tahanan Polres Bekasi. Mereka diduga terlibat kasus pemalsuan dokumen dan surat-surat milik A. Taher yang telah melaporkan ke polres dengan laporan bernomor LP/1596/K/VIII/2014/SPKT/Resta Bks Kota/15 Agustus 2014.
Kasubag Humas Polresta Bekasi Kota AKP Siswo mengatakan, laporan itu berisi dugaan kasus pemalsuan dan penggelapan surat-surat dan dokumen seluas 2.800 meter persegi di kawasan Mega Mendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mereka dijerat pasal 263 KUHP, pasal 266 KUHP, dan pasal 385 KUHP tentang Pemalsuan dan Penggelapan dengan ancaman tujuh tahun penjara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover
-
Gisella Anastasia Perdana Main Sinetron, Langsung Jadi Tokoh Utama
-
Keliling Lima Kota, Soundrenaline 2026 Tawarkan Cara Baru Menikmati Festival Musik di Indonesia
-
Davina Karamoy Korban Hanania Travel, Uang Rp164 Juta untuk Daftar Haji Terancam Lenyap
-
Heboh Jennifer Coppen Tenggak Alkohol di Pernikahan, Eks Pegawai Hotel Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Bukan Sekadar Komedi, Ananta Rispo Tampil Beda dalam First Look Film Ketok Mejik
-
Toy Story 5: Saat Woody Menua dan Terancam Terlupakan oleh Gawai Bonnie