Suara.com - Aktor sekaligus anggota DPR Krisna Mukti membela diri setelah dituduh melakukan KDRT terkait pencemaran nama baik dan penelantaran istri serta anak. Dia kini tengah menghimpun untuk melawan tudingan tersebut.
"Masalah hukumnya dibuat seolah Mas Krisna menelantarkan anak, difitnah mencemarkan nama baik. Itu hal yang tidak mendasar. Karena kami miliki bukti hukum yang valid kalau Mas Krisna memberikan nafkah. Ada saksi dan bukti transfer maupun orang yang antarkan nafkah itu. Jadi Mas Krisna tidak menelantarkan," ujar Ramdan Alamsyah, kuasa hukum Krisna Mukti ditemui di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan, Minggu (23/5/2015) dini hari.
Langkah ini, bukan untuk keperluan melaporkan balik istrinya, Devi Nurmayanti. Bukti-bukti tersebut. kata Ramdan, untuk memuluskan rencana berdamai.
"Pernah juga diminta fotocopy KTP untuk tunjangan istri dewan. Devi menolak dengan berbagai alasan. Kalau menelantarkan tidak begitu. Semua cenderung tendensius ke arah tidak nyata. Ada semua dokumennya. Nanti akan kami sampaikan ke kepolisian maupun ke pengadilan agama untuk proses damainya" tandas Ramdan.
Sambil menunggu titik terang berdamai, pihak Krisna Mukti juga menunggu kabar untuk melangsungkan sidang perceraiannya di Pengadilan Agama Depok. Hingga kini belum diketahui kapan digelarnya sidang cerai perdana antara Krisna dan juga Devi.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas