Suara.com - Cindy Bernadette bikin video klip untuk single terbarunya, Can’t Get Enough, yang berkolaborasi dengan DJ Evan di HotRod Café, Jalan Pangeran Antasari, Jakarta Selatan, pada Selasa 7 Februari 2017.
Penyanyi kelahiran Singapura, 16 Februari 1978 ini, sebetulnya setiap tahun rilis album namun melalui indi label. Namun, sejak tahun 2012 dia memilih stop tampil.
Mendengarkan lagu-lagu Cindy sebelumnya kaya dengan warna musik. Lagu Aku sahabatmu yang Mencintaimu berciri balada, lagu Bisa Gila mengajak kita menari dengan aroma dance campur hip hop, sedangkan lagu Hati Seorang Wanita beraroma RnB.
Namun, kali ini Cindy sengaja mengajak DJ Evans untuk berkolaborasi. Tentu saja musik di lagu Can’t Get Enough akan sarat electronic dance music (EDM) yang sedang digemari anak-anak muda sekarang.
“Sebetulnya di album terakhir yang aku keluarin sudah EDM. Jadi sebenarnya sudah dari lama ya aku itu EDM,” tutur Cindy di sela pembuatan video klip.
Evans yang menemani Cindy wawancara menambahkan, musik EDM bukan hal yang sulit dimainkan. EDM sebenarnya pembuatan lagu secara digital sehingga semua genre musik ada di sana.
“Sekarang EDM lebih menjadi ke pop musik karena lebih banyak orang yang enjoy sekarang,” ujar Evans.
Cindy saat ini memilih musik EDM berkolaboasi dengan Evans karena signature-nya dikenal tak terlalu hingar bingar. Ivan menambahkan, dari awal mereka punya signature sound sendiri yang membuat lagunya berbeda dari yang lain.
Tetap mengusung sound tropical dengan nuansa pop dancing, tapi mereka membungkusnya dengan sangat sederhana sehingga bisa dinikmati oleh semua kalangan di Indonesia.
Baca Juga: Ini Rahasia Rumah Tangga Awet Teuku Firmansyah-Cindy Fatikasari
“Lagu ini khusus makna cinta, makanya kita keluarin di bulan Februari sesuai momentum valentine. Tapi kami sebenarnya enggak ingin di bulan Februari aja ya karena love is all around the year,” kata Cindy.
Dalam kondisi hamil, perempuan yang menikah dengan lelaki Jerman itu sengaja memilih konsep indoor dalam video klip. Dia mengemas video klip lebih ke masa kini dengan warna-warna yang kontras disertai model yang maskulin.
Can’t Get Enough masuk dalam album Star Light dan terdapat 20 lagu yang semuanya mengemas lirik bahasa Inggris. Album tersebut tak dipasarkan secara fisik melainkan digital.
“Karena music is my hobbi is not my job and i like reading song. Dan aku senang sudah bisa produce itu kayaknya sudah happy,” ujar musikus yang pekan depan akan genap berusia 39 tahun ini.
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Giorgio Antonio Dituding Pakai Barang KW, Jam Tangan Mewah Rp3 Miliar Pacar Sarwendah Disorot
-
Nonton Taken Lagi Malam Ini: Misi Liam Neeson Selamatkan Putrinya dalam Waktu 96 Jam
-
Gandeng Bebi Romeo, Duo Antonia Rilis 'Suara Hati' sebagai Simbol Keberanian Perempuan
-
Viral Pacar Sarwendah Diduga Pakai Jam Patek Philippe Palsu, Ini Cara Bedakan Asli dan KW
-
Lawan Stroke dengan Karya, Anggia Novita Debut Jadi Produser OST Film Juminten Edan
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Profil dan Pekerjaan Kevin Gusnadi, Pacar Baru Ayu Ting Ting Akhirnya Go Public
-
Jusuf Kalla Sebut Tanah Runtuh Bukan Sekadar Film, Tapi Media Pembelajaran
-
ARTJOG 2026 Angkat Kisah Luka dan Warisan Antar Generasi Melalui Seni
-
Mad World: Kolaborasi Hard Lights dengan Musisi Kelas Dunia Bergaya Techno Crossover