Suara.com - Rivelino Wardhana resmi mempolisikan Lucinta Luna atas dugaan pencemaran nama baik pada Kamis (18/7/2019). Bahkan Rivelino menjerat sang pelantun 'Bobo Dimana' dengan ancaman hingga 4 tahun penjara.
Ketika disinggung soal usaha melaporkan Lucinta Luna untuk panjat sosial atau pansos, Rivelino membantahnya. Kata dia, kelakuan Lucinta Luna yang menginjak fotonya dalam sebuah tayangan YouTube memang patut ditindak.
“Indikasi panjat sosial nggak ada lah. Maksudnya gini, saya balikin ke teman-teman semua. Kalo teman-teman yang menjadi saya, apakah kalian tinggal diam, ketika nama teman-teman disebutkan namanya lengkap foto teman-teman diinjak?,” papar Rivelino saat dijumpai di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan pada Kamis (18/7/2019).
Selebgram ini tak terima lantaran tayangan tersebut ada di hadapan umum. Menurut Rivelino, mungkin saja tayangan itu dilihat oleh pihak keluarga serta teman-temannya.
“Kan ada keluarga teman-teman yang pasti ngeliat video ini. Saya balikin lagi emang mau diinjek Fotonya,” tegasnya.
Meski telah membuat laporan, Rivelino Wardhana masih menunggu itikad baik Lucinta Luna untuk meminta maaf. Namun hingga detik ini, niat baik tersebut masih belum tampak.
“Saya menunggu, dia kan tau IG saya. Saya sudah ngepost dan kita juga punya banyak mutual friend. Saya menunggu itikad baik dia sampai detik ini belum ada itikad baik,” terangnya.
Tidak hanya dugaan panjat sosial yang muncul, dugaan settingan pun mencuat ketika Rivelino berseteru dengan Lucinta Luna. Tapi hal itu lagi-lagi dimentahkan oleh Rivelino.
Baca Juga: Lucinta Luna Dilaporkan Selebgram ke Polisi, Ancamannya 4 Tahun
“Enggak sama sekali (settingan),” tutupnya.
Berita Terkait
-
Punya Pacar Baru, Stuart Collin Kok Tak Mau Cerita-Cerita?
-
Lucinta Luna Dilaporkan Selebgram ke Polisi, Ancamannya 4 Tahun
-
Steffi Zamora Cerita Serunya Pacari Anak Sambung Ajun Perwira
-
Farhat Abbas Penuh Kontroversi, Anak Bilang Begini
-
Duh! Femmy Permatasari Ogah Berdamai dengan Mantan Istri Suaminya
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan
-
Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya
-
Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung
-
Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'
-
Menebak Isi Pembicaraan Perdamaian AS - Iran Terbaru
-
RI Masih Senang Impor Minyak Bikin Neraca Dagang Tekor di Juni
-
Mitchell Baker Jadi Ujung Tombak Indonesia, Vietnam Andalkan Bek 196 Cm Jadi Striker?
-
Terbukti Lakukan Pungli Rp1,7 Juta ke Sopir Truk, Petugas Dishub Bekasi Terancam Dipecat
-
Habiburokhman Sentil Konten Eben Martono: Rekam SPG GIIAS Tanpa Izin Bisa Dipidana
-
Prabowo Bangga Setiap Timnas Bertanding, Merah Putih Mampu Menyatukan Seluruh Rakyat Indonesia