Suara.com - Para pemain film Milea: Suara Dari Dilan membeberkan adanya fase pengembangan karaktek masing-masing dalam film. Pengembangan karakter itu dirasakan sejak pertama kali bermain dalam dilan 1990 sebagai anak sekolah menengah atas (SMA) hingga duduk dibangku kuliah di sequel terakhir Milea: Suara Dari Dilan.
"Kami sudah main peran ini dari tiga tahun lalu dari Dilan 1990. Paling yang sedikit ada hal baru dari perkembangan karakter kami adalah melihat karakter kami yang bertambah dewasa saat reuni. Kami merepresentasikan karakter kami yang lebih dewasa," kata Giulio Parengkuan, saat berkunjung ke redaksi Suara.com di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Senin (27/1/2020).
Tak hanya Giulio Parengkuan, perkembangan karakter itu juga dirasakan oleh Omara Esteghlal dan Yoriko Angeline. Seri terakhir film Dilan ini rupanya menjadi momen nostalgia bagi mereka.
Omara Esteghlal mengatakan, film dan para pemail Dilan akan selalu menjadi kenangan manis dalam benaknya. Ia dan Giulio serta Yoriko mengaku tidak sedih dengan berakhirnya kisah Dilan. Hal senada dirasakan Yoriko Angeline.
"Ini adalah penutupnya. Mungkin perasaan saya sendiri dan teman-teman yang lain adalah perasaan yang sangat nostalgic. Tapi dalam suatu hubungan itu enggak ada yang kita sedihkan, tapi proyek yang kami share, menjadi kenangan yang enggak akan hilang," ujar Gulio Parengkuan.
"Perasaannya senang, kebetulan film Milea ini syutingnya bareng Dilan 19991. Jadi sebenarnya kalau misalnya enggak digabung, jadi lebih seru lagi kali ya. Tapi kalau misanya digabung lebih efisien," tutur Youriko Angeline.
Berita Terkait
-
Baru Terungkap! Dilan Janiyar Curhat Didukunin Asisten Pribadi Lewat Ritual Kelapa Hijau
-
Dari Angkot sampai TTS, Alasan Film Dilan 1990 Sangat Ikonik!
-
Dilan 1990: Novel Romantis yang Manis Sekaligus Problematis
-
Makna Lagu Ancika Ariel NOAH, OST Dilan ITB 1997 yang Bikin Nostalgia
-
Dari Gombalan SMA ke Realita Kampus, Dilan ITB 1997 Punya Vibe yang Berbeda
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Shin Tae-yong Resmi Dihukum 10 Tahun, Bagaimana Nasibnya di Persija Jakarta?
- 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Karhutla Mengamuk di Kubu Raya, Nyaris Lahap Permukiman Warga
-
Pembagian Seragam Gratis Pemprov Kaltim Terlambat, Orangtua Terpaksa Beli Dulu
-
Krisis Global di Depan Mata, Generasi Muda Ini Kumpul Cari Solusi Lewat Jalur Diplomasi
-
Peringati Hari Mangrove Sedunia, BRI Peduli Tanam 24.000 Pohon di Pesisir Karawang
-
Bersama PNM Mekaar, Mesin Jahit Tua Mampu Menghidupi Lima Keluarga
-
Festival Merah Putih 2026 Hadirkan 17 Agenda Spektakuler di Kota Bogor
-
Inklusi Keuangan di Daerah 3T, Pendampingan Mantri BRI Jadi Solusi Warga Toraja Utara
-
Ucapan 'Londo Ireng' Prabowo Dinilai Ancam Demokrasi, Jurnalis: Kami Bukan Musuh Negara
-
Kemelekatan Adalah Derita
-
Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah