Suara.com - Yadi Sembako baru-baru ini menuai simpati usai mengabarkan dirinya sakit hingga dirawat di ICU akibat stres alami kebangkrutan. Dalam sakitnya, Yadi sempat tak sadarkan diri selama satu jam dan dianggap mati suri.
Hal itu disampaikan Yadi Sembako dalam acara live Brownis, Jumat (3/6/2022). Merasa ruh nya sudah terpisah dari tubuh, Yadi Sembako menyebut ada di suatu tempat seperti di Arab.
"Katanya mati suri, kan masih bernapas, cuman nggak sadar," kata Yadi Sembako dalam live Brownis, Jumat (3/6/2022).
"Saya nggak sadar tapi rasanya ruh saya di sana jalan-jalan lama, ternyata kata keluarga udah satu jam," ujarnya lagi.
Yadi Sembako merasa asing dengan tempat yang didatanginya saat itu. Ia mendeskripsikannya sebagai tempat yang terang dan lapang, namun sejuk. Kemudian, banyak orang berjubah di sana.
"Tempatnya nggak asing gitu, kayak di Arab, tapi nggak tahu di mana, orang-orang pakai jubah-jubah, sorban imamah gitu, dalam perjalanan ada dua orang senyum sama saya," kata Yadi Sembako.
Kedua orang tersebut merupakan ulama yang dikenal Yadi Sembako selama hidup. Salah satunya adalah KH Zaini bin Abdul Gani atau dikenal Abah Guru Sekumpul yang sudah meninggal dunia.
"Saya kenal sama dua orang ini. Almarhum KH Zaini bin Abdul Gani, yang sebelum covid saya selalu menyempatkan hadir setahun sekali di acara (haul) beliau, saya lihat satu lagi Gus Anom," ujar dia.
Kedua orang tersebut lantas menyuruh Yadi Sembako untuk pulang. Mereka mengusir Yadi dengan mengatakan belum saatnya ia ke tempat itu.
Baca Juga: Yadi Sembako Bangkrut dan Sakit Parah, Angela Lee Terancam Menjanda Lagi
"Mereka senyum, beliau-beliau ini bilang 'balik Yadi balik, belum waktunya' saya terus bangun. Sampai sekarang masih terngiang-ngiang (suara mereka), di situ tuh adem gitu Pak Ruben," kata Yadi Sembako ke Ruben Onsu selaku host acara.
Sebelumnya diberitakan, Yadi Sembako sempat alami kebangkrutan imbas pandemi dan kegagalan bisnis bersama teman. Komedian sekaligus presenter itu langsung drop dan alami sakit lambung hingga gula darah yang menyebabkannya dirawat di ICU dan tak sadarkan diri.
Berita Terkait
-
5 Pelawak Berangsur Pulih usai Sakit Berat, Terkini Tukul Arwana Bisa Tertawa
-
Jadi Tersangka, Yadi Sembako Minta Gus Anom Kooperatif
-
Diungkap Yadi Sembako, Gus Anom Pelan-pelan Lunasi Ganti Rugi Penipuan EO Rp 198 Juta
-
Yadi Sembako Bakal Jualan Serabi Usai Terlilit Kasus Penipuan Rp 198 Juta
-
Siapa Gus Anom? Dulu Guru Spiritual Yadi Sembako, Kini Menghilang Usai Terjerat Kasus Penipuan
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kapan Laga Lawan Timor Leste Dimulai?
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional