Suara.com - Kasus investasi bodong binary option yang menjerat Doni Salamanan masuk babak baru. Tersangka kasus penipuan itu saat ini sedang dititipkan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 Kebon Waru Bandung.
Hal ini dilakukan menjelang proses persidangan kasus Doni Salmanan. Menurut Wakil Kepala Kejati Jawa Barat Didi Suhardi, penitipan Doni itu sesuai dengan kewenangan jaksa penuntut umum.
Adapun kasus mantan Crazy Rich Bandung itu sekarang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung. Berkas kasusnya juga akan segera dilimpahkan dari penyidik Bareskrim Polri ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung.
"Yaitu terdakwa ditahan di Rutan Kelas 1 Kebonwaru Kota Bandung, demikian nanti akan secepatnya dilimpahkan ke pengadilan," kata Didi di Kantor Kejati Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (5/7/2022).
Saat proses pelimpahan, tampak Doni digiring oleh penyidik. Didi mengatakan Doni akan ditahan sesuai masa penahanannya, yakni 20 hari.
Selama proses penahanan itu, menurutnya, tim jaksa penuntut umum bakal melimpahkan berkas perkara Doni ke Pengadilan Negeri (PN) Bale Bandung (Kabupaten Bandung).
"Karena locus delicti-nya ranah dari PN Bale Bandung, maka perkaranya diteruskan ke Kejari Kabupaten Bandung, untuk selanjutnya akan dilimpahkan ke Bale Bandung," jelas Didi.
Dari pelimpahan perkara tersebut, ada sebanyak 126 barang bukti yang juga turut dilimpahkan. Ratusan barang bukti itu terdiri dari sejumlah mobil mewah, motor mewah, rumah mewah, uang miliaran, dan berkas barang bukti lainnya.
Doni disangkakan dengan Pasal 45a ayat (1) jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia (UURI) Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, dan Pasal 3 atau Pasal 4 UURI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dengan ancaman pidana penjara selama 20 tahun. [ANTARA]
Baca Juga: Penampakan Doni Salmanan Saat Hadir di Kejati Jabar untuk Pelimpahan Perkara
Berita Terkait
-
Penampakan Doni Salmanan Saat Hadir di Kejati Jabar untuk Pelimpahan Perkara
-
Wapres Ma'ruf Amin Laksanakan Ibadah Haji
-
Terpopuler: Jeratan Hutang Judi Online Bikin Pria di Bandung Tega Berbuat Keji, Kesaksian Warga Melihat Ganasnya Ombak
-
2 Anak Diculik di Kota Makassar, Dijadikan Jaminan Mendapatkan Uang Agen Bank
-
Segini Total Nilai Aset yang Disita Polisi dalam Perkara Penipuan Investasi Doni Salmanan
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Bunga Citra Lestari Ziarah ke Makam Ashraf Sinclair, Jennifer Coppen Kena Sentil
-
dr Richard Lee Blak-blakan soal Tawarkan Uang Damai Miliaran Rupiah ke Doktif
-
Hotman Paris Turun Tangan Bela Fandi Ramadhan, ABK yang Dituntut Hukuman Mati Kasus 2 Ton Narkoba
-
Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
-
Nyawa Siswa MTs Melayang, Dihantam Helm Oknum Brimob di Maluku
-
Dihujat Karena Endorse Inara Rusli, LNW Fashion Minta Maaf dan Putus Kerja Sama
-
Nama Wardatina Mawa Tak Disebut di Permintaan Maaf Inara Rusli, Dinilai Terlalu Gengsi
-
Tasya Farasya Bongkar Rahasia Konten Viral Spill Skincare, Dinilai Matikan Rezeki Kreator
-
Padahal Baru Ketemu, Wardatina Mawa Sebut Insanul Fahmi Fitnah Dilarang Bertemu Anak
-
Selesai Diperiksa Kasus Zina, Wardatina Mawa Mantap Gugat Cerai Insanul Fahmi