Suara.com - Alfiansyah Bustami alias Komeng berhasil memperoleh suara tertinggi sebagai calon anggota DPD RI dapil Jawa Barat dalam perhitungan sementara oleh KPU.
Bila memang terpilih jadi senator, Komeng akan menjalankan visi dan misinya terkait kesenian dan kebudayaan. Dia ingin meniru Korea Selatan yang cukup merajai di bidang tersebut.
Menurut Komeng, pemasukan Korea Selatan di bidang seni dan budaya mencapai nyaris 2 digit dari anggaran negaranya.
"Saya pengen seperti Korea Selatan, bisa menjajah negara lain dengan seni dan budayanya. Katanya itu pemasukannya dari seni dan budaya hampir 2 digit dari APBN negaranya," kata Komeng dilansir dari Kompas TV, Kamis (15/2/2024).
Sementara, Indonesia kata dia, punya potensi besar untuk membangun seni dan budaya. Pasalnya, Indonesia memiliki wilayah yang lebih luas dari Korea Selatan dan terdiri dari berbagai macam suku dengan budaya khasnya.
"Sedangkan, kita kan lebih luas dari Korea Selatan dan lebih beragam sukunya. Suku Sunda, Suku Jawa, sukurity, suku cadang semua ada di Indonesia. Masa kita nggak bisa," ujar Komeng sambil tertawa.
Namun, komedian 53 tahun itu justru kebingungan ketika ditanya hal yang akan dikerjakannya ketika berhasil masuk ke gedung DPD RI nanti.
Komeng mengaku belum pernah masuk ke gedung tersebut dan hanya bermodalkan visi misinya yang ingin membuat Indonesia bisa menjajah negara lain melalui seni dan budaya.
"Saya belum tahu, saya belum pernah masuk ke sana. Jadi, mungkin saya akan banyak bertanya dengan yang sudah ada di sana. Jadi, secara persiapan saya belum tahu tapi saya sudah membawa visi misi saya. Itu aja dulu," kata Komeng.
Baca Juga: Jejak Digital Komeng Dicalonkan Jadi Cawapres, Pasangannya Gak Kaleng-kaleng
Bahkan, Komeng tak memusingkan panggilannya kelak sebagai anggota DPD RI. Komeng membebaskan publik memanggilnya menggunakan nama asli "Alfiansyah Bustami" atau nama panggungnya.
Bagi Komeng, hal yang paling penting adalah dirinya tidak akan dipanggil KPK ketika menjadi anggota DPD RI nanti.
"Dipanggil apa aja bebas, asal jangan dipanggil KPK," ujarnya kembali berkelakar.
Berita Terkait
-
Apa Sih Visi Misi Komeng Jadi DPD RI? Sukses Unggul gara-gara Foto Kocak di Surat Suara
-
Terima Banyak Chat Usai Foto Nyeleneh di Surat Suara Viral, Komeng: Saya ke Dokter, HP-nya Panas
-
Pakai Foto Nyleneh untuk Pemilu 2024, Komeng Terinspirasi dari Rumah Makan Padang
-
Suka Dijodohkan Para Penggemarnya, BCL Ungkap Hal yang Menarik di Dalam Diri Seorang Reza Rahadian
-
Pamer Foto Kelingking, Wajah BCL dan Tiko Aryawardhana Bikin Pangling
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Jadwal Lengkap Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Kapan Laga Lawan Timor Leste Dimulai?
-
Wujud Kasih Sayang yang Berbeda dari Dua Ayah di Agent Kim Reactivated
-
Jadwal Puasa Sunah Agustus 2026, Lengkap dengan Tanggal dan Bacaan Niatnya
-
Jateng Jadi Basis Pelanggan Terbesar Indosat, Trafik Data Naik 10,4 Persen
-
DFSK E5 Plus Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp479 Juta
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional