Suara.com - Tsania Marwa, sebagai korban ibu yang tidak mendapatkan haknya sebagai pemegang hak asuh anak hadir sebagai saksi di sidang Mahkamah Konstitusi yang digelar pada hari ini, Senin (18/3/2024).
Sidang tersebut membahas soal peninjauan ulang terhadap Pasal 330 KUHP tentang pengambilan paksa seorang anak dari orangtua atau walinya.
Tsania Marwa ditunjuk sebagai saksi oleh PPAI (Perkumpulan Pejuang Anak Indonesia) yang merupakan pemohon.
Tsania Marwa hadir bersama lima ibu-ibu pemohon. Di ruang sidang, aktris 32 tahun itu menceritakan pengalamannya saat berkasus dengan mantan suaminya, Atalarik Syah.
Saat itu kedua anak Tsania Marwa, Syarif dan Shabira direbut paksa oleh pihak Atalarik Syah dari kediaman Tsania. Sang aktris masih belum bisa berkumpul bersama anak-anaknya meskipun sudah memperoleh hak asuh sejak 2019.
Ibu dua anak itu lalu menceritakan perasaannya saat memberikan kesaksian. Meskipun gugup karena harus kembali menceritakan kasusnya, namun dia menguatkan diri dengan tekad memperoleh keadilan.
"Ketika saya ditunjuk sebagai saksi, pastinya perasaan saya campur aduk. Yang pertama saya ada perasaan tegang, ada perasaan takut juga," kata Tsania Marwa usai menjalani persidangan.
"Tapi saya menguatkan diri saya bahwa niat saya semata-mata hanya ingin menjadi bagian dari keadilan untuk ibu-ibu di Indonesia yang mengalami hal yang sama seperti saya, yang sudah memiliki hak asuh tapi tetap tidak bisa bersama anak-anaknya," tuturnya menyambung.
Sebagai orang yang berkasus dengan perebutan hak asuh anak selama tujuh tahun, Tsania Marwa berharap besar agar keadilan bisa diperoleh melalui kejelasan hukum.
"Saya perjuangin hak asuh bertahun-tahun, kenapa cuma seperti secarik kertas tanpa kekuatan apapun. Padahal itu hak asuh dikeluarkan oleh MA, yang merupakan (lembaga) hukum tertinggi di Indonesia, jadi seperti 'kenapa ini? Ada yang salah di mana?" ucap Tsania.
"Jadi ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar, kebetulan saya dipertemukan dengan ibu-ibu yang mengalami nasib yang sama seperti saya," sambungnya.
Sebagai informasi, Tsania Marwa menggugat cerai Atalarik Syah pada 2017 lalu. Saat itu pihak ayah yaitu Atalarik berhasil memperoleh hak asuh anak dengan alasan pihak Tsania tak melengkapi berkas gugatan.
Tak terima hak asuh jatuh ke tangan mantan suaminya, Tsania Marwa kembali mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama Cibinong atas hak asuh anak pada awal tahun 2019.
Setelah menjalani proses sidang yang cukup panjang, majelis hakim memutuskan hak asuh anak dibagi dua antara Atalarik Syah dan Tsania Marwa.
Atalarik mendapat hak asuh Syarif Muhammad Fajri, sementara Marwa bertanggung jawab atas Aisyah Shabira. Keputusan itu diteken pada 4 September 2019.
Namun hingga saat ini Tsania Marwa masih belum memperoleh haknya sebagai pemegang hak asuh. Sang aktris masih belum diberikan izin untuk menemui dan berkomunikasi dengan anak-anaknya secara bebas seperti yang ditulis dalam putusan hak asuh anak.
Berita Terkait
-
Biodata dan Agama Ghina Raihanah, Adik Tsania Marwa yang Terpilih Sebagai Finalis Puteri Indonesia 2024
-
Atalarik Syach Provokasi Anak Gara-Gara Tsania Marwa Tolak Kasih Paspor
-
Kuasa Hukum Tsania Marwa Tuding Atalarik Syach Paksa Anak Umrah karena Endorsement
-
Soal Minim Akses Ketemu Anak, Atalarik Syach Ungkit Hak Istimewa Tsania Marwa
-
Atalarik Syach Sebut Koar-Koar Tsania Marwa soal Anak, Sampah!
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura
-
Mengapa Direktur Bus ALS Jadi Tersangka? Polisi Periksa 50 Saksi sebelum Naikkan Kasus ke Penyidikan
-
Polda Metro Jaya Siap Ladeni 'Serangan' Praperadilan Keempat Roy Suryo