Suara.com - Komedian Nunung menceritakan hal unik sebagai seorang komedian. Dia mengaku sempat mendapat job untuk melawak di depan orang meninggal hingga kuda yang sedang berulang tahun.
Hal tersebut terungkap saat Nunung menjadi bintang tamu Pagi Pagi Ambyar.
"Itu acara di Medan sana. Jadi benar-benar di depan jenazah yang tiga hari yang sudah biru," ungkap Nunung mencoba menjelaskan kepada para host Pagi Pagi Ambyar.
Menurut Nunung, saat itu pihak keluarga yang meninggal yang mengundangnya untuk melawak di acara duka tersebut. Dia pun berangkat dengan lima anggota Srimulat lainnya.
"Memang keluarganya aja yang minta. Jadi waktu itu Srimulat yang berangkat. Saya, mas Tessy, almarhum mas Eko DY, terus Doyok, dan bang Kadir," jelas Nunung.
Nunung mengaku saat itu dia tidak tahu bakal melawak dalam suasana duka. Apalagi melawak di depan peti mati yang jenazahnya sudah meninggal selama tiga hari.
"Pas kita datang kita langsung lihat peti mati terbuka 'Kok ada peti mati tuh yang di situ'. (Tamu) pada ketawa semua, 'Ya udah kalian ngelawak di situ'. Hah. Kita berlima lihat-lihatan gitu," terang Nunung.
Nunung bersama rekan-rekannya pun tidak bisa menolak tawaran tersebut apa lagi kabarnya bayaran mereka tergolong tinggi.
"Lumayan sih waktu itu," tuturnya.
Baca Juga: Bukan Berasal dari Orang Kaya, Ibunda Nunung Srimulat Direndahkan Keluarga Sendiri
Hal unik lainnya yang pernah dialami Nunung bersama rekan Srimulat, saat dirinya disuruh melawak di depan seekor kuda.
"Aku ngelawak di depan kuda yang ulang tahun. Di puncak," ujar Nunung.
Saat itu Nunung mengaku kaget karena di tempat tersebut tidak seperti ruangan yang disiapkan untuk acara ulang tahun. Dia semakin curiga karena tidak ada tulisan-tulisan ulang tahun atau sejenisnya.
"Kita dipanggil Srimulat berlima. Kita datang, 'Kok acara ulang tahun tapi nggak ada terop-terop gitu'. Memang keluarga besar orang kaya," sambungnya.
Nunung pun mengaku kaget karena di tengah ruangan ada kelambu yang tertutup. Setelah dibuka Nunung cs pun kaget karena yang ulang tahunnya adalah kuda.
"Kita nyanyi happy birthday. Setelah dibuka kelambunya ternyata kuda," terang Nunung.
Berita Terkait
-
Bukan Berasal dari Orang Kaya, Ibunda Nunung Srimulat Direndahkan Keluarga Sendiri
-
Awalnya Belain, Nikita Mirzani Berubah Haluan Usai Tahu Gus Miftah Hina Yati Pesek PSK
-
Nunung Ceritakan Kondisi Yati Pesek Usai Dihina Gus Miftah: Sempat Nangis di Kamar
-
Ucapan Nikita Mirzani Soal Gus Miftah Rendahkan Yati Pesek Bikin Heran: Alah Back Up!
-
Yati Pesek Dihina Gus Miftah, Adab Pelawak Junior Dibongkar Nunung
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial
-
Sineas Muda Soroti Akses Layar Bioskop, Menekraf Janji Perkuat Ekosistem Film Nasional
-
GJF International 2026: Menikmati Musik Jazz Berasa di Eropa
-
Pulang Kampung Setelah Sukses Go Internasional, Icha Yang Disambut Meriah di Jember
-
Pendidikan Mufli Budi Ananda, Asisten Raffi Ahmad Kini Jadi Komisaris
-
Dari Tulus hingga Hindia, Sunset di Kebun Tawarkan Pengalaman Festival Musik di Tengah Ruang Hijau
-
Andai Waktu Bisa Diulang Kembali: Dilema Davina Karamoy Antara Cinta dan Kehormatan