Suara.com - Penyambutan kedatangan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur berakhir dengan sorotan yang diarahkan untuk Mayor Teddy.
Menjabat sebagai Sekretaris Kabinet, hal yang benar bila Mayor Teddy selalu berada di samping Presiden Prabowo. Namum tampaknya, pelaksanaan tugasnya dipandang tidak tepat posisi.
Melalui tayangan di akun TikTok @sasmitamc, Mayor Teddy berdiri di samping Presiden Prabowo. Pria bernama lengkap Teddy Indra Wijaya ini mengenakan setelan abu-abu dan sebuah songkok.
Setelan berbeda warna tersebut mulanya tidak mencuri atensi yang seharusnya dimiliki presiden RI. Hingga saat Prabowo berjalan, bahasa tubuh Mayor Teddy menjadi viral.
Mayor Teddy terciduk menegur seorang Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden) kala itu. Teguran bahkan terlihat tidak hanya dari ucapan namun tatapan mata yang tajam.
Paspampres berbaju putih mulanya mencoba melaksanakan tugasnya dengan memayungi presiden. Namun perbedaan pendapat dimiliki Mayor Teddy.
Menurut sang seskab, payung tersebut tidak diperlukan. Mayor Teddy membalikkan badan dengan bahasa tubuh yang mengintimidasi dan meminta Paspampres menurunkan payung.
"Enggak usah ya!" ucapnya dalam video tersebut.
Ucapannya diiringi dengan bahasa tubuh tambahan untuk memukul mundur sang Paspampres. Di sisi lain, tatapan mata yang diberikan juga setajam silet.
Baca Juga: Seskab Mayor Teddy Punya Aset Properti Rp 8,2 Miliar, di Sini Lokasinya
Sikap ini tidak membuat publik senang. Meski berniat baik sekaligus menjaga citra presiden yang tidak manja, cara Mayor Teddy memberi teguran dikritik habis-habisan.
"Mayor Teddy gak gitu juga, cara (menegur) dan sikapnya kelihatan sinis," kata salah satu warganet.
"Negurnya jangan nge-gas Mayor Teddy. Pakai menggeleng kan bisa. Paham?" tambah yang lain.
"Seolah dia sendiri aja yang melindungi presiden," komentar lainnya.
Publik menilai bila Mayor Teddy terkadang offside dari tugasnya yang sekarang yaitu sebagai seorang Sekretaris Kabinet Merah Putih.
"Kadang Mayor Teddy offside gak sih?" kata warganet.
"Apapun itu Mayor Teddy pun sudah harus paham posisinya bahwa dia sudah bukan lagi ajudannya Pak Prabowo maka dia harus paham batasan kewenangannya. Harusnya bagian protokol yang ngambil alih bukan sekretaris kabinet," kritik lainnya.
Sebagai tambahan informasi, Mayor Teddy sebelumnya memang menjabat sebagai ajudan Prabowo. Prestasinya yang kini diriingi jabatan baru sebagai Seskab membuatnya termasuk daftar anak muda berprestasi 40 Under 40 Versi Fortune Indonesia.
Berita Terkait
-
Mayor Teddy Jadi Pejabat Nonekonomi Terpopuler
-
Punya Harta Rp15 Miliar, Menu Makan Mayor Teddy Tak Sengaja Dibongkar Raffi Ahmad: Kok Gak...
-
Mayor Teddy Masuk Nominasi 100 The Best Face 2025, Satu-satunya Yang Bukan Seleb!
-
Berapa Gaji Mayor Teddy Jadi Seskab? Bantu Biayai Pengobatan Anak yang Kejang di Jalan
-
Aksi Heroik Mayor Teddy Perintahkan Ajudan Antar Balita Kejang dan Kasih Rp 10 Juta untuk Biaya RS
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler
-
Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123