Suara.com - Fatih Unru merupakan anak dari aktor kawakan almarhum Yayu Unru. Kiprahnya di dunia akting sejak 2011 saat membintangi film Rindu Purnama.
Saat debut di film, usia Fatih Unru baru enam tahun. Tapi soal pelajaran akting, sudah dilakukan jauh sebelum ia terlibat proyek tersebut.
"Dari kecil itu latihan-latihan terus, sampai akhirnya ketemu orang yang tepat dan percaya sama almarhum bokap," kata Fatih Unru kepada Suara.com ditemui di Epicentrum, Jakarta Selatan belum lama ini.
Fatih Unru tidak menyangka terjunnya ia ke dunia akting juga berkat nama besar Yayu Unru. Tapi bintang film Pengepungan di Bukit Duri ini tak mau hanya sekadar dipandang putra dari aktor kawakan.
"Gue tidak menyangkal itu sebuah privilege, tapi gue bersyukur, bersama dia gue bisa belajar," ucap aktor 19 tahun ini.
Bahwa sejak kecil, ia sudah menjadi spesial karena memiliki guru sekaliber Yayu Unru. Hal positif inilah yang mau ditonjolkan sang aktor.
"Gue bersyukur dari kecil sudah bisa berproses lebih cepat dari teman-teman yang lain. Gue sudah terlahir itu (anak Yayu Unru) dan nggak pernah melihat itu sebagai beban juga," terangnya.
Walaupun Fatih Unru tak memungkiri ada saja orang yang bilang, 'dia kayak begini karena anak Yayu Unru'. Tapi seperti yang dikatakan, bintang aktor bernama lengkap Andi Bumi Fatih Salman Unru tak mau menganggap hal itu sebagai beban.
"Gue nggak mau juga melihat itu sebagai hinaan. Tapi lebih ke, dengan nama dia di belakang, gue nggak mau bikin masalah," ungkap Fatih Unru.
Baca Juga: Terinspirasi dari Yayu Unru, Fatih Unru Ingin Punya Sekolah Akting Gratis
Fatih Unru juga mau memberikan bukti bahwa dirinya juga bisa berdikari dengan bakat yang dimiliki.
Terbukti, Fatih Unru sudah bermain di lebih dari 20 film. Bahkan hingga masuk pertengahan 2025, ada tiga proyek film yang sudah rilis.
Sebagai informasi, Fatih Unru merupakan aktor muda yang sudah terlibat di sejumlah proyek film. Debutnya hadir pada 2011 lewat film Rindu Purnama.
Berlanjut ke 2013, Fatih Unru langsung tancap gas dengan bermain di film Make Money dan film dokumenter berjudul Chocolate Comedy.
Sementara di 2014, Fatih Unru hanya memiliki satu proyek film yakni Seputih Cinta Melati. Namun bukannya sepi tawaran, di tahun itu pula, ia masuk dalam jajaran pemain series Keluarga Masa Kini.
Setelah proyek tersebut selesai, Fatih Unru kembali fokus ke film. Tercatat di 2016, sang aktor juga memiliki dua proyek.
Berita Terkait
-
Kronologi Yayu Unru Meninggal Dunia, Berpulang usai Dua Kali Serangan Jantung
-
Kaget Yayu Unru Meninggal, Marthino Lio Ungkap Komunikasi Terakhir Mereka
-
Yayu Unru Berpulang, Tora Sudiro Terpukul: Semoga Ketemu Mas Didi Petet Lagi
-
Teuku Rifnu Wikana Mengenang Yayu Unru: Guru Kami..
-
Meninggal Dunia, Begini Pandangan Aktor-Aktor Besar Tanah Air Soal Sosok Yayu Unru
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Terkini
-
Redam Bisingnya Bawah Jembatan Alun-alun Kota Bandung, Film "Dan Bandung" Rilis Clip Nuansa Syahdu
-
Review Drama Gannibal, Sisi Gelap Desa Kuge yang Menelan Banyak Korban Jiwa
-
Kisah Pedagang Ban di Matraman: Rugi Usai Lapak Dibakar Massa Bentrok
-
Perry Warjiyo Mundur dari Bank Indonesia, Ekonom Sebut Tekanan Rupiah Bakal Membesar
-
Usai Perry Warjiyo Mundur, Saham Perbankan dan Properti Harus Diwaspadai Investor
-
Tak Hanya Genjot Bisnis, Emiten LINK Perkuat Strategi ESG
-
Dugaan Asusila Guru SD di Patimpeng Bone Disorot, SEMMI: Tolak Damai !
-
Kasat Narkoba Tangsel Terseret Kasus Narkoba, Dua Polisi Diproses Pidana
-
Sayembara Cocok untuk Buronan Kakap, Jangan Berlakukan Bagi Begal dan Copet
-
Prabowo Minta Kampus Kuasai Teknologi Perkapalan