Suara.com - Muchlis Fachri alias Muklay saat ini menadi salah satu seniman visual yang paling ngehits di Jakarta.
Muklay mengaku bangga karena dunia seni visual di Jakarta terus berkambang dan melahirkan seniman-seniman yang hebat dan berbakat.
Saat ini, Mulkay mengaku akan menjadi juri di tiga ajang berbeda. Dan dalam waktu dekat ia bersiap mejadi juri di ajang FINNA Art of the Year 2025.
Kompetisi yang digagas PT Sekar Laut Tbk (FINNA) yang bekerjasama dengan Orasis Art Space ini menghadirkan Design Competition (Design Illustration) dan Art Prize.
Design Competition (Kategori A) diperuntukkan bagi desainer dan ilustrator dan memberikan hadiah total sebesar Rp65 jtua.
Sedangkan Art Prize (Kategori B) diperuntukkan bagi seniman emerging hingga mid-career dengan total hadiah Rp90 juta.
Program ini hadir sebagai ruang diskusi lintas disiplin yang tidak hanya menekankan aspek apresiasi, tapi juga refleksi atas praktik artistik yang selama ini ada di sekitar kita.
Muklay menyambut baik kompetisi ini. Seniman 32 tahun ini pun berharap lahir para seniman baru yang memiliki identitas tersendiri.
"Dari pengalaman gue ngejuri, sebenarnya intinya 40 persen yang gue menangin sampai sekarang masih terus berkarya," kata Muklay jumpa pers di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Punya Pesan Unik, Muklay Ajak Masyarakat Cintai Lingkungan Lewat Desain di Botol Tumbler
Melihat seniman muda yang semangat dan terus berkarya menjadi salah satu kebanggaan Muklay.
"Jadi menurut gue, itu gue ngerasa kayak goals menjadi juri, ketika kita menjuri sebuah kompetisi dan kita menangin seseorang dan orang ini yang menang itu masih berkarya," ujar Muklay.
"Itu yang menurut gue jadi harapan gue untuk kaya, 'ah ternyata pilihan gue tepat nih'," tutur Muklay menyambung.
Bahkan, Muklay sampai mem-follow akun Instagram para pemanang di acara di mana ia yang sebagai juri.
"Karena gue selalu mantau dan gue follow juga (akun medsosnya). Gue ngeliat sampai segitunya. Gue kaya salut sih, ternyata dia (pemenang) ikut pameran ikutan ini itu, gue ngerasa salut sih," ucap Muklay.
Selai itu, Muklay menilai kehadiran media sosial seperti Instagram memudahkan para pecinta art viusal untuk ikutan berkompetisi.
Berita Terkait
-
Punya Pesan Unik, Muklay Ajak Masyarakat Cintai Lingkungan Lewat Desain di Botol Tumbler
-
The Best 5 Oto: Kolaborasi Rolls-Royce dan Hyundai, Mercedes-AMG A 35 di Bogor, Obrolan Ariel NOAH Soal Motor Listrik
-
Garap Kolaborasi MG x Muklay, Ini Pengalaman Muchlis Fachri Bersama The Brit Dynamic
-
Kolaborasi MG x Muklay Ekspresikan Pop Culture Selera Milenial
-
Gandeng Seniman Muklay dan NIION, Digimap Rilis Merchandise Unik Edisi Terbatas
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
Diterpa Isu Terlantarkan Anak Kandung, Denada Posting Momen Mengharukan
-
Telan Biaya Rp85 Miliar, Papa Zola The Movie Janjikan Kualitas Visual Sekelas Hollywood
-
Heboh Riders Fajar Sadboy Minta Alphard Hingga Dior, Asli atau Settingan?
-
Alasan Netflix Tak Hapus Mens Rea Pandji Pragiwaksono Meski Ada Laporan Polisi
-
Geram Fisik Anaknya Dibully Buntut Mens Rea, Istri Pandji Pragiwaksono Ancam Lapor Polisi
-
Pandji Pragiwaksono Ungkap Hubungannya dengan Tompi, setelah Kena Kritik Sang Dokter Bedah
-
Film Surat ke-8 Angkat Potret Gap Generasi Lewat Akting Aurora Ribero dan Arief Didu
-
Sinopsis How to Become a Tyrant di Netflix: Membongkar "Buku Panduan" Diktator Paling Kejam
-
Reuni 13 Tahun, Rio Dewanto dan Michelle Ziudith Kuras Emosi di Sinetron Jejak Duka Diandra
-
SAS: Red Notice, Hadirkan Aksi Die Hard di Bawah Selat Inggris, Tayang Malam Ini di Trans TV