- Batal menampilkan musiknya, Rebellion Rose naik ke panggung untuk berorasi di hadapan penggemar.
- Menolak Freeport sebagai sponsor Pestapora, Rebellion Rose menunjukkan bukti cinta terhadap alam, sesama, dan seisinya.
- Sebagai bentuk penghormatan kepada penonton, Rebellion Rose tetap membagikan pita merah muda dan hijau, serta turun langsung dari panggung untuk bernyanyi bersama massa.
Suara.com - Grup band asal Sleman, Rebellion Rose resmi memutuskan untuk tidak melanjutkan penampilan mereka di Pestapora 2025.
Seharusnya, band tersebut dijadwalkan tampil di Sat Set Stage pada Sabtu, 6 September 2025 sekitar pukul 09.45 WIB, tetapi memilih mundur sebagai bentuk sikap.
Meski batal tampil, Rebellion Rose tetap naik ke panggung untuk menyampaikan langsung alasan mereka.
Sang vokalis, Fyan Sinner menegaskan keputusan tersebut bukan berarti meninggalkan penonton.
"Kami tidak ke mana-mana, kami tetap berada di atas panggung, kami tetap menyapa kalian, kami tetap menghormati kehadiran teman-teman yang memutuskan datang pagi-pagi jam 10 untuk di Sat Set Stage," kata Fyan Sinner.
Fyan menambahkan, keputusan mundur dari festival yang telah tiga kali mereka ikuti ini diambil dengan pertimbangan berat.
"Atas nama cinta kami terhadap alam, sesama, dan seisinya. Izinkan kami membela dengan segenap keyakinan yang kami miliki," tuturnya.
Dia juga menyinggung soal polemik sponsor yang sempat hadir di Pestapora 2025.
"Banyak isu mengenai salah satu sponsor yang hadir di day 1 kemarin. Mereka adalah perusahaan tambang raksasa yang beroperasi di Papua. Banyak isu melekat, salah satunya eksploitasi alam besar-besaran, dugaan pelanggaran HAM, hingga konflik terhadap masyarakat lokal," tutur Fyan.
Baca Juga: Bawakan Lagu Sheila On 7 di Pestapora 2025, Kangen Band Minta Maaf: Baru Latihan 2 Hari
Sebagai bentuk penghormatan kepada penonton, Rebellion Rose tetap membagikan pita merah muda dan hijau, serta turun langsung dari panggung untuk bernyanyi bersama massa.
Beberapa lagu yang mereka bawakan antara lain "Buruh Tani", "Terima Kasih", hingga "Sehat Selalu Saudaraku".
Sebelumnya, sejumlah musisi juga memilih mundur dari Pestapora buntut kontroversi sponsor PT Freeport Indonesia.
Beberapa di antaranya adalah The Panturas, Sukatani, Negatifa, Hindia, hingga .Feast. Pihak Pestapora sendiri telah menegaskan kontrak kerja sama dengan Freeport sudah diputuskan.
Kabar Pestapora disponsori oleh PT Freeport Indonesia memang mengujutkan publik.
Anehnya, Pestapora baru mengumumkan menghentikan kerja sama dengan Freeport setelah konser di hari pertama selesai.
Berita Terkait
-
Bawakan Lagu Sheila On 7 di Pestapora 2025, Kangen Band Minta Maaf: Baru Latihan 2 Hari
-
Akui Lalai, Pestapora Tegaskan Tak Terima duit dari Freeport
-
Daftar 21 Line Up Pestapora yang Hengkang Usai Tahu PT Freeport jadi Sponsor
-
Rebellion Rose Kembalikan 100 Persen Bayaran Manggung di Pestapora 2025
-
Cancel Pestapora Imbas Freeport, Silampukau Kadung di Jakarta: Niat Bikin Konser Kecil-kecilan!
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan