- Film drama supernatural Indonesia, Para Perasuk (Levitating), terpilih dan berkompetisi di ajang bergengsi Sundance Film Festival 2026.
- Film ini disutradarai oleh Wregas Bhanuteja dan menandai debut layar lebar Anggun C. Sasmi, yang juga menciptakan 20 mantra orisinal.
- Plotnya unik, menggambarkan kerasukan roh binatang fiktif sebagai "pesta" dan pelarian dari beban realitas, didukung totalitas akting para pemain.
"Film ini adalah proses Bayu untuk kemudian mencoba memaafkan dirinya dan menerima masa lalunya, untuk akhirnya dia bisa menyalurkan kasih sayang sebagai seorang Perasuk," jelas Wregas.
Debut Akting Anggun C. Sasmi
Salah satu daya tarik utama film ini adalah kehadiran penyanyi internasional Anggun C. Sasmi yang melakoni debut aktingnya di film panjang Indonesia. Anggun berperan sebagai Guru Asri, seorang Perasuk senior yang karismatik.
Anggun mengaku awalnya sempat mengabaikan pesan langsung (DM) dari Wregas di Instagram karena tidak mengenalnya.
Namun, setelah melakukan riset dan bertemu langsung, pelantun Mimpi ini luluh dengan visi artistik sang sutradara. Uniknya, Wregas mempresentasikan ide filmnya menggunakan bahasa Prancis demi meyakinkan Anggun.
"Setiap kali nonton filmnya Regas, aku butuh waktu untuk bisa mengerjakan sesuatu dengan normal. Ada sesuatu yang selalu menyayat hati. Akhirnya seneng banget, mungkin kita jodoh ya," tutur Anggun.
Tak main-main, Anggun juga berkontribusi menciptakan 20 mantra orisinal untuk film ini secara intuitif dalam satu kali pengambilan rekaman.
Totalitas Para Pemain: Makan Tanah hingga Nyeker
Selain Anggun, deretan aktor muda papan atas juga dituntut keluar dari zona nyaman. Angga Yunanda yang memerankan Bayu harus belajar memainkan alat musik tradisional slompret selama berbulan-bulan dan melatih gestur tubuh merayap layaknya binatang.
Baca Juga: Review Film Girls Will be Girls: Cinta, Ibu, dan Anak yang Tumbuh dari Luka
"Medan yang diterjang sama Bayu ini sangat bervariasi. Mulai dari tanah biasa, terus sampai ada batu, sampai aspal di tengah terik matahari," curhat Angga.
Sementara itu, Maudy Ayunda yang berperan sebagai Laksmi, seorang "Pelamun" (peserta pesta kerasukan), harus rela tampil tanpa alas kaki alias nyeker sepanjang syuting di berbagai medan ekstrem. Maudy juga ditantang mempelajari 10 jenis tarian roh binatang.
"Yang lumayan terbebani ternyata dengkul saya. Di akhir-akhir itu kerasa kayak cekluk cekluk gitu, ada bunyi-bunyinya," ungkap Maudy sambil terkekeh.
Bryan Domani, yang memerankan karakter Ananto yang ambisius dan agak sombong, juga menghadapi tantangan berat. Ia harus menjaga tempo permainan alat musik tam-tam (kendang) sembari berdialog panjang.
"Tantangan paling besar, kamu harus belajar metronom. Itu sampai kebawa mimpi aku," aku Bryan.
Kolaborasi Lintas Negara
Film Para Perasuk merupakan proyek ko-produksi internasional yang melibatkan Indonesia, Singapura (Momo Film Co), dan Prancis (House on Fire).
Film ini sebelumnya juga telah memenangkan penghargaan CJ ENM Award di Asian Project Market dalam rangkaian Busan International Film Festival.
Meski akan tayang perdana di tengah musim dingin bersalju Utah pada Januari 2026, para produser menegaskan bahwa film ini dibuat sejatinya untuk penonton Indonesia.
"Harapan kami cuma satu, semoga film ini bisa diterima dengan hati yang terbuka oleh penonton Indonesia. Karena sejauh apapun film ini melalang buana, rumah kami tetap di sini," tutup produser Syera Tamihardja.
Film Para Perasuk dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia segera setelah perjalanannya di sirkuit festival internasional.
Tag
Berita Terkait
-
Sepi Penonton, Film Para Perasuk Dikritik Gara-Gara Casting Kurang Ndeso
-
5 Film Terbaru di Minggu Ini, Ada Para Perasuk hingga The Drama
-
Bongkar Dualisme Film Para Perasuk
-
Ulasan Film Para Perasuk: Menggali Sisi Gelap Manusia Lewat Ritual Budaya
-
Proses Kreatif Maudy Ayunda di Balik Soundtrack Film Para Perasuk
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Serahkan Uang ke Polisi, Awkarin Tegaskan Ada di Pihak Korban Hanania Travel
-
Saemen Fest 2026: Festival Musik Lintas Genre Siap Guncang Jogja pada 19 Juli 2026
-
Venom: Let There Be Carnage,saat Tom Hardy Bertemu Lawan Seimbang
-
Berawal dari Keterbatasan, Wiraswasta Asal Situbondo Ini Sukses Jadi Bintang eFootball Nasional
-
Guns N' Roses Kembali ke Jakarta! Ini Jadwal dan Daftar Harga Tiket Konser Termegah 2026
-
Mufli Ananda Umur Berapa? Asisten Raffi Ahmad yang Disorot usai Jadi Komisaris
-
Bangkit dari Persahabatan SMA, This is EQUAL Resmi Debut Lewat EP Kirei
-
Bebizie Pamer Jabatan Baru, Tapi Visi-Misinya Cuma Sebatas Makeup dan Hairdo!
-
Venom: Ketika Tom Hardy Berbagi Tubuh dengan Parasit Luar Angkasa, Malam Ini di Trans TV
-
Kisah Anas Fikry dan Risky Adelia Membangun Konten Berbasis Kejujuran dan Aksi Sosial