Entertainment / Gosip
Minggu, 08 Februari 2026 | 10:01 WIB
Jerinx SID kembali ungkit soal konspirasi Covid-19 (Instagram/true_jrx)

Suara.com - Personel band Superman Is Dead (SID), Jerinx, kembali menyinggung soal konspirasi Covid-19 yang dulu sempat membuat dirinya dicemooh dan dianggap halu.

Pemilik nama I Gede Ari Astina itu sebelumnya mengunggah soal pernyataannya terkait konspirasi Covid-19 yang dipercaya dilakukan oleh para elit global dan disinggung dalam Epstein Files.

Merasa kini ucapannya terbukti, Jerinx kembali mengingatkan momen saat dirinya demo menentang rapid test di Bali pada 2020 lalu.

Melalui unggahannya, Jerinx mengunggah video saat dirinya bersama masyarakat Bali lainnya berkumpul di lapangan Badjra Sandhi, Renon, Denpasar, Bali, untuk berunjuk rasa menolak diberlakukannya rapid test.

Selain itu, Jerinx juga mengunggah fotonya yang diborgol menggunakan kable ties didampingi sang istri, Nora Alexandra.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah kaus yang digunakan Jerinx bertuliskan “Bali tolak Rapid”.

Jerinx mengatakan, jika saja saat itu Bali tidak melakukan rapid test, maka kota tersebut akan bebas dari pandemi Covid-19.

“Bisa baca tulisan di kaos saya? Jika itu dilakukan, Bali pasti bebas dari plandemix karena syarat utama status plandemix adalah kuota statistik. Untuk memenuhi kuota, dipaksakanlah penggunaan alat test yang sudah dikondisikan,” tulis Jerinx pada Sabtu (7/2/2026).

Lebih lanjut, musisi asal Bali itu juga menyinggung bahwa alat PCR yang yang digunakan untuk tes Covid-19 tidak bisa menjadi pendeteksi untuk semua virus.

Baca Juga: Jerinx Pernah Dipenjara, Superman Is Dead Tetap Kompak: Kami Tahu Arti Band Sebenarnya

“Penemu PCR, Kary Mullis, berkali-kali nyatakan alat yang ia ciptakan tidak bisa dijadikan standar emas untuk mendeteksi semua virus menular,” ujarnya.

“Kary yang juga peraih Nobel Prize meninggal tak lama sebelum plandemix dideklarasikan dan kita dipaksa memaklumi timing kematiannya yang janggal. Itu satu,” katanya menambahkan.

Jerinx SID kembali ungkit soal konspirasi Covid-19 (Instagram/true_jrx)

Tak hanya menolak rapid test, Jerinx menyaratakan keberatan dengan adanya fenomena Jakarta-sentris yang menyebabkan daerah-daerah di Indonesia, termasuk Bali, harus patuh pada perintah pusat.

“Yang kedua, inilah alasan saya menyudahi fenomena Jakarta-sentris. Jika Bali punya sedikit nyali gak ngikut semua perintah Pusat, Bali bisa selamat,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Jerinx melontarkan sindiran keras terhadap kalangan selebritas ibu kota yang ikut andil besar dalam kampanye soal Covid-19.

“IQ 99% seleb & influencer ibu kota itu lebih rendah dari yang kalian pikir. Dan yang ketiga, kemana mereka yang dulu bernarasi jika sosok di sebelah saya ini akan pergi setelah saya dibui?” tutup Jerinx dalam unggahannya.

Load More