Entertainment / Music
Senin, 09 Februari 2026 | 10:49 WIB
Ngabudayan Fest 2026. [ist]
Baca 10 detik
  • Ngabudayan Fest 2026 dilaksanakan pada 14–15 Februari di Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.
  • Festival ini bertujuan mempertemukan tradisi dengan modernitas sekaligus melestarikan kebudayaan nasional.
  • Acara menampilkan beragam seni Nusantara, Kirab Budaya, tarian tradisional, dan musisi dari berbagai genre.

Suara.com - Ngabudayan Fest 2026 akan digelar pada 14–15 Februari 2026 di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Festival budaya ini hadir sebagai ruang perayaan yang mempertemukan nilai-nilai tradisi dengan dinamika masyarakat modern, sekaligus menjadi upaya pelestarian dan penguatan kebudayaan nasional.

Dirancang sebagai ajang pertemuan berbagai ekspresi seni Nusantara, Ngabudayan Fest 2026 menampilkan keragaman identitas budaya Indonesia yang hidup dan terus berkembang. Penyelenggaraan festival di Kabupaten Klaten juga menegaskan posisi daerah ini sebagai wilayah yang kaya akan peninggalan sejarah, tradisi, serta aktivitas kebudayaan yang masih terjaga di tengah masyarakat.

Selain memperkuat citra Klaten sebagai daerah yang aktif dalam pelestarian budaya, festival ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi budaya lokal ke tingkat nasional hingga internasional. Keterlibatan pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat setempat menjadi elemen penting dalam penyelenggaraan acara ini.

Rangkaian kegiatan Ngabudayan Fest 2026 akan diawali dengan Kirab Budaya sebagai simbol syukur sekaligus pesta rakyat. Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan tarian tradisional karya anak bangsa serta pertunjukan jathilan dari kelompok seni Ngêsti Rahayu. Pertunjukan jathilan ini memadukan gerak dinamis, iringan gamelan, dan unsur magis khas Jawa yang menggambarkan semangat keprajuritan, kebersamaan, serta nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.

Kemeriahan festival semakin lengkap dengan kehadiran deretan musisi yang merepresentasikan perjalanan musik tradisional hingga modern, seperti Aftershine, Ajeng Febria, Sadewok, Ayub Antoh, TTM, serta penampilan spesial Keluarga Didi Kempot bersama penyanyi cilik Ardha Tatu. Panggung Ngabudayan Fest juga akan dimeriahkan oleh Kidung Etnosia Orkestra, kolektif musik yang menggabungkan instrumen etnik Nusantara dengan aransemen orkestra modern.

Pemilihan Candi Prambanan sebagai lokasi penyelenggaraan didasarkan pada nilai historis dan simbol peradaban yang melekat pada kawasan tersebut. Sebagai salah satu warisan budaya dunia, Candi Prambanan merepresentasikan kekayaan sejarah yang sejalan dengan semangat Ngabudayan Fest dalam mengangkat warisan budaya Nusantara.

Ngabudayan Fest 2026 memiliki sejumlah tujuan utama, mulai dari meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap keberagaman seni dan budaya, menjadi wadah kolaborasi bagi seniman dan komunitas budaya, mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya, hingga memperkuat peran kebudayaan sebagai bagian dari identitas bangsa.

Selama dua hari pelaksanaan, festival ini akan menghadirkan berbagai program, mulai dari seni pertunjukan tradisional, kolaborasi lintas budaya, hingga kegiatan pendukung yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang informatif dan berkesan bagi pengunjung.

Sebagai penyelenggaraan perdana, Ngabudayan Fest 2026 diharapkan menjadi fondasi bagi festival budaya yang berkelanjutan di masa depan. Ke depan, Ngabudayan Fest ditargetkan berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang konsisten dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa dengan kekayaan budaya dan kreativitas yang beragam.

Baca Juga: Bocoran Konser KOMA: Mahalini Siapkan 6 Kostum Megah dan Kejutan Spesial di Hari Valentine

Load More