- Ngabudayan Fest 2026 dilaksanakan pada 14–15 Februari di Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.
- Festival ini bertujuan mempertemukan tradisi dengan modernitas sekaligus melestarikan kebudayaan nasional.
- Acara menampilkan beragam seni Nusantara, Kirab Budaya, tarian tradisional, dan musisi dari berbagai genre.
Suara.com - Ngabudayan Fest 2026 akan digelar pada 14–15 Februari 2026 di kawasan Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. Festival budaya ini hadir sebagai ruang perayaan yang mempertemukan nilai-nilai tradisi dengan dinamika masyarakat modern, sekaligus menjadi upaya pelestarian dan penguatan kebudayaan nasional.
Dirancang sebagai ajang pertemuan berbagai ekspresi seni Nusantara, Ngabudayan Fest 2026 menampilkan keragaman identitas budaya Indonesia yang hidup dan terus berkembang. Penyelenggaraan festival di Kabupaten Klaten juga menegaskan posisi daerah ini sebagai wilayah yang kaya akan peninggalan sejarah, tradisi, serta aktivitas kebudayaan yang masih terjaga di tengah masyarakat.
Selain memperkuat citra Klaten sebagai daerah yang aktif dalam pelestarian budaya, festival ini menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi budaya lokal ke tingkat nasional hingga internasional. Keterlibatan pelaku seni, komunitas budaya, dan masyarakat setempat menjadi elemen penting dalam penyelenggaraan acara ini.
Rangkaian kegiatan Ngabudayan Fest 2026 akan diawali dengan Kirab Budaya sebagai simbol syukur sekaligus pesta rakyat. Acara kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan tarian tradisional karya anak bangsa serta pertunjukan jathilan dari kelompok seni Ngêsti Rahayu. Pertunjukan jathilan ini memadukan gerak dinamis, iringan gamelan, dan unsur magis khas Jawa yang menggambarkan semangat keprajuritan, kebersamaan, serta nilai budaya yang diwariskan turun-temurun.
Kemeriahan festival semakin lengkap dengan kehadiran deretan musisi yang merepresentasikan perjalanan musik tradisional hingga modern, seperti Aftershine, Ajeng Febria, Sadewok, Ayub Antoh, TTM, serta penampilan spesial Keluarga Didi Kempot bersama penyanyi cilik Ardha Tatu. Panggung Ngabudayan Fest juga akan dimeriahkan oleh Kidung Etnosia Orkestra, kolektif musik yang menggabungkan instrumen etnik Nusantara dengan aransemen orkestra modern.
Pemilihan Candi Prambanan sebagai lokasi penyelenggaraan didasarkan pada nilai historis dan simbol peradaban yang melekat pada kawasan tersebut. Sebagai salah satu warisan budaya dunia, Candi Prambanan merepresentasikan kekayaan sejarah yang sejalan dengan semangat Ngabudayan Fest dalam mengangkat warisan budaya Nusantara.
Ngabudayan Fest 2026 memiliki sejumlah tujuan utama, mulai dari meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap keberagaman seni dan budaya, menjadi wadah kolaborasi bagi seniman dan komunitas budaya, mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya, hingga memperkuat peran kebudayaan sebagai bagian dari identitas bangsa.
Selama dua hari pelaksanaan, festival ini akan menghadirkan berbagai program, mulai dari seni pertunjukan tradisional, kolaborasi lintas budaya, hingga kegiatan pendukung yang dirancang untuk memberikan pengalaman yang informatif dan berkesan bagi pengunjung.
Sebagai penyelenggaraan perdana, Ngabudayan Fest 2026 diharapkan menjadi fondasi bagi festival budaya yang berkelanjutan di masa depan. Ke depan, Ngabudayan Fest ditargetkan berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang konsisten dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bangsa dengan kekayaan budaya dan kreativitas yang beragam.
Baca Juga: Bocoran Konser KOMA: Mahalini Siapkan 6 Kostum Megah dan Kejutan Spesial di Hari Valentine
Berita Terkait
-
Taeyong NCT Tampil Totalitas di Jakarta, Curhatan Kocaknya Warnai Konser Solo Perdana
-
Momen Taeyong NCT Turun Panggung Hingga Lautan Bunga Mawar di Konser Solo Jakarta Sukses Bikin Haru
-
Beri Kejutan di Konser 37 Tahun, KLa Project Ajak Sisca Insani Demi Tampil Format Original Version
-
Kekuatan Tersembunyi Mahalini Jelang Konser: Rahasia Dukungan 2 Keluarga yang Tak Terbatas
-
Momen Mahalini Latihan Bersama Band Pengiringnya Jelang Konser KOMA 14 Februari 2026
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Pilihan
-
Hasil Uji Coba: Tanpa Ampun, Timnas Indonesia U-17 Dihajar China Tujuh Gol
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
Terkini
-
Videonya Viral di Media Sosial, Eca Aura Buka Suara soal Isu Punya Tabung Whip Pink
-
Hoaks Rumah Tangga Bikin Anak Menangis, Nia Ramadhani Emosi Digosipkan Cerai dengan Ardi Bakrie
-
Bebas dalam Hitungan Hari, Fariz RM Siap Kembali Berkarya Usai Keluar dari Penjara
-
Ratu Rizky Nabila Pernah Nikah Cuma 2 Hari, Pesulap Merah Sebut Hanya Gimmick
-
Viral Pengakuan Dokter Soal Jenazah ODGJ yang Dijual Buat Praktikum Mahasiswa Kedokteran
-
Alasan Haru Ivan Gunawan Getol Cari Uang: Demi Masjid dan Masa Depan 170 Anak Asuhnya
-
3 Fakta Menarik Marapthon Season 3: The Last Tale, Sudah Mulai Tayang!
-
Miris! Konten Unboxing Mahar yang Lecehkan Wanita Malah Jadi Tren
-
Kini Dituding Selingkuh, Reza Arap Ternyata Pernah Ajak Cynthia Asisten Pribadinya Nikah
-
Sinopsis The Dinosaurs, Kisah Epik Kebangkitan dan Kepunahan Dinosaurus dengan Visual Menakjubkan